#14 MENULIS BUKU DALAM 10 HARI - AHMAD RIFA'I RIF'AN

Selama di rumah aja, baiknya kita produktifkan waktu untuk membaca dan menulis. Ini kesempatan terbaik kita. Godaan ada begitu banyak. Khususnya yang biasa rebahan, sambil menikmati tontonan yg minim manfaat. Scrolling sosmed tiada habisnya. Nikmatin youtube gak ada ujungnya. Baca berita terupdate pun akan selalu ada. Sayangnya, waktu kita terbatas, maka kita harus terapkan prioritas:

- Bukan yg penting baca, tapi bacalah yg penting saja.
- Bukan yg penting belajar, tapi pelajari yg kita butuhkan
- Bukan yg penting nulis, tapi tulis yg bermanfaat saja

Selama di rumah aja, pastikan ada karya yang kita hasilkan. Jarang-jarang kan kesempatan seperti ini? Mungkin seumur hidup ini pengalaman pertama kita bisa berjumpa dengan kesempatan ini. Mari kita ambil hikmahnya. Harus bermanfaat. Harus ada karya.

Salah satu aktivitas produktif yang bisa kita lakukan adalah menulis buku. Banyak pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang memiliki waktu luang paling tidak dalam sampai akhir bulan ini. 

Bisa nggak kalo dalam 10 hari kita terbitkan sebuah buku? 

Jawabannya, bisa banget.

Yang memungkinkan bagi penulis pemula adalah dengan nulis buku bergenis pocket book atau buku saku. 

Dalam buku Super Writer saya pernah share tentang tipe buku ini. Pocket Book atau buku saku adalah salah satu buku yang peminatnya ternyata besar. Buku saku biasa juga disebut fast book atau buku cepat saji. Buku yang ringkas, dengan ukuran dan ketebalan yang minim, serta bisa dibaca dalam sekali duduk.

Beberapa ciri buku saku yang menurut saya bisa jadi ini adalah kelebihan dari buku saku dibanding buku pada umumnya:

1. Ukurannya Minimalis

Dibanding buku pada umumnya, sebagaimana namanya, buku ini ukurannya lebih kecil, bahkan kalau bisa muat ketika dimasukkan saku. Karena ukurannya berbeda dengan buku pada umumnya, justru ini bisa menjadi kelebihan untuk mengatasi kebosanan pembaca yang selama ini mungkin bosan dengan tampilan buku pada umumnya. 

Buku saku ini biasanya memiliki beberapa ukuran. Yang paling banyak dipakai 11X18cm. Ada pilihan ukuran yang lain yang biasa juga digunakan, antara lain 10,5X17cm, 10X14,5cm, 11X15,5cm, atau 14X16cm. Tidak menutup kemungkinan penerbit menetapkan ukuran lain. karena memang tidak ada batasan yang baku. 

Tidak Terlalu Tebal

Saya sering menyarankan, bagi yang belum pernah menulis buku, baiknya buku pertama yang tulis jangan terlalu tebal. Bahkan kalau perlu kisaran 40-60-an halaman untuk non fiksi. 

Mengapa demikian?

Pertama, agar anda bisa segera menyaksikan hasilnya. Karena jika buku itu tidak terlalu tebal, maka tentu proses penggarapannya juga tidak memakan waktu terlalu lama. 

Alasan kedua, karena anda baru mulai nulis buku untuk yang pertama kalinya, maka saya berpikir, kalau bisa usahanya jangan terlalu drastis. Agar tidak mengalami kejenuhan. Jangankan yang belum pernah menulis buku, bahkan yang sudah menulis banyak buku saja sering mengalami titik jenuh di tengah perjalanan menulis sebuah buku. Jenuh, karena nggak kunjung selesai.

2. Temanya Ringan

Kebanyakan buku saku yang terbit di pasaran adalah buku-buku berjenis how to, self help, motivasi, kumpulan quotes, buku agama, atau tema-tema ringan lainnya. Ini menjadi salah satu keuntungan buku saku. Tema-tema ringan semacam itu saat ini masih sangat diminati oleh pembaca karena banyak pembaca yang memiliki aktivitas yang cukup padat sehingga tidak terlalu antusias untuk membaca buku bertema berat dan detail. Maka buku dengan tema ringan dan sederhana semacam ini menjadi buku yang mereka buru. 

Manfaat kedua tentu saja bagi anda sendiri. Menuliskan buku bertema ringan tentu lebih mudah bagi anda dibanding buku dengan tema yang butuh banyak referensi dan berpikir keras untuk menuliskannya. Agar anda tidak terlalu jenuh dan berat dalam menulis buku pertama ini, maka buku saku adalah pilihan yang tepat, karena temanya tidak terlalu berat, sehingga anda tidak dituntut untuk menuliskan buku saku ini dengan referensi yang detail dan banyak. 

3. Harga Jualnya Murah

Sebagai penulis yang baru masuk dalam ranah perbukuan, pastikan target anda untuk buku pertama yang ditulis bukan untuk cari duit. Tapi ada target yang lebih utama menurut saya, yakni memperkenalkan nama anda seluas mungkin kepada masyarakat.

Buku pertama saya, 9 Rahasia Doa Lulus Ujian merupakan salah satu contoh buku saku. Ketika pertama kali dicetak, buku itu tebalnya sekitar 50-an halaman. Ukurannya pun kecil. Dijual di toko buku seharga Rp. 12.500. Itu 10 tahun yang lalu. Kalau sekarang mungkin sekitar 20 ribuan. Murah banget kan? Akhirnya bisa ditebak, buku itu laku keras.

Saat itu target saya sederhana, bagaimana buku saya bisa dinikmati sebanyak mungkin orang. Salah satu caranya ya dengan menjualnya semurah mungkin. Bagaimana caranya agar harganya murah? Ya dengan cara memurahkan ongkos produksinya. Bagaimana agar ongkos produksi murah? Ya nulisnya jangan tebal-tebal.

Beneran. Buku itu belum satu bulan langsung cetak ulang. Berkali-kali. Ya iyalah, masak uang Rp. 12.500 aja sayang ngeluarin? Uang segitu sekarang buat beli nasi bungkus aja pas-pasan. Sekali makan. Sedangkan kalo dipake buku, bisa dimanfaatkan seumur hidup. Khususnya ilmunya, semoga terwaris sampai kapan pun. 

Maka saran saya, untuk penulis pemula, usahakan untuk karya pertama ini pembaca tidak perlu pikir panjang untuk membeli buku anda hanya karena alasan buku anda terlalu mahal. Usahakan karya pertama anda dibaca oleh sebanyak mungkin orang. Itu dulu targetnya. Usahain buku anda tersebar seluas mungkin. Dengan begitu mulai banyak orang yang akan mengenal nama anda. 

Nah, ketika buku anda ini ringan, tipis, bermanfaat, dan murah, orang lain pun tak enggan untuk membelinya. Setelah tersebar, baru karya anda mulai dinikmati banyak orang. Setelah nama anda mulai dikenal masyarakat, baru target anda berikutnya adalah menulis buku yang lebih tebal dan berbobot. 

CARA MENULIS BUKU DALAM 10 HARI

- Coba anda pikirkan satu judul buku yang ringan, namun menjawab kegalauan banyak orang. 

- Dari judul tersebut, coba anda tuliskan beberapa pertanyaan yang kira-kira banyak ditanyakan oleh calon pembaca. 

- Targetkan halamannya. Misalnya, kita menargetkan nulis buku saku 50 halaman. 

1. Halaman judul (1 halaman)
2. Halaman Copyright (1 halaman)
3. Kata Pengantar (2 halaman)
4. Daftar Isi (2 halaman)
5. Isi (40 halaman)
6. Profil Penulis (2 halaman)
7. Daftar Pustaka (2 halaman)

Berarti sebenarnya kita hanya butuh menulis dengan serius di poin 5, yaitu isi buku sejumlah 40 halaman A6, atau sekitar 20 halaman A5, atau 1 halaman A4. 

Berarti 1 hari kita hanya menulis 1 halaman A4.

- Misalkan, anda memilih judul, “Muslimah Mandiri”. Langsung saja kita bagi dalam 10 bab untuk diselesaikan dalam waktu 10 hari. 

Misal:

Hari 1 (Bab 1) Bidadari Bumi (Membahas Keutamaan Para Muslimah)

Hari 2 (Bab 2) Muslimah Mandiri (Membahas definisi)

Hari 3 (Bab 3) Hidup Lebih Merdeka (Membahas Manfaat Menjadi Muslimah Mandiri)

Hari 4 (Bab 4) Wanita Karir? Why Not! (Membahas Adab Bekerja di Luar Bagi Muslimah)

Hari 5 (Bab 5) Bekerja di Rumah (Membahas Keutamaan Bekerja dari Rumah)

Hari 6 (Bab 6) Madrasah Pertama (Anjuran untuk tetap melaksanakan kewajiban sebagai ibu)

Hari 7 (Bab 7) Menggapai Ridho Sang Imam (Anjuran untuk menjadi istri yang baik)

Hari 8 (Bab 8) Muslimah Entrepreneur (Kiat Memulai Bisnis Bagi Perempuan)

Hari 9 (Bab 9) Ketik-Ketik Dapat Duit (Tip jualan online, reseller, dropshipper, dll)

Hari 10 (Bab 10) Kesimpulan dari semua bab

- Tahap berikutnya adalah riset, yaitu mencari referensi yg kita butuhkan. Bisa melalui buku2 yg kita punya, atau melalui website. Pastikan memahami cara mengutip. Jangan copas. Agar tidak terjerat aturan plagiasi.

- Desain cover, layout, cetak. Banyak kok yang menyediakan jasa cetak. Cari yang paling terjangkau. Kalau kesulitan cari percetakan, silakan hubungi IG @marsua_media untuk jasa cetak. Insyaallah teman2 di percetakan kami bisa membantu. Tapi tahap ini nanti setelah buku jadi. Gampang lah kalo cuma cetak. Yang penting naskah jadi.

Selamat menulis, semangat berkarya. Semoga kawan-kawan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan aktivitas yang manfaat, produktif, dan kontributif.

(Ahmad Rira'i Rif'an, Griya Menulis Indonesia)
_______________________
SERI LENGKAP MATERI KEPENULISAN AHMAD RIFA'I RIF'AN
#1 MATERI KEPENULISAN AHMAD RIFA'I RIF'AN
#2 TEKNIK MENEMUKAN DAN MENENTUKAN IDE - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#3 RISET SEBELUM MENULIS - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#4 TIPS MEMBUAT OUTLINE - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#5 DRAFTING DAN WRITING - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#6 MACAM-MACAM TEKNIK MENULIS - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#7 MACAM-MACAM TEKNIK MENULIS 2 - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#8 TRIK MENYUSUN DAFTAR ISI YANG MENARIK - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#9 TAHAP EDITING - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#10 TAHAP PUBLISHING - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#11 BUKU BAGUS BELUM TENTU LARIS - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#12 ADA APA DENGAN PENERBIT INDIE? - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#13 ADA APA DENGAN PENERBIT INDIE? 2 - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#14 MENULIS BUKU DALAM 10 HARI - AHMAD RIFA'I RIF'AN
#15 Q & A TENTANG KEPENULISAN - AHMAD RIFA'I RIF'AN
Semoga Bermanfaat :)

0 Response to "#14 MENULIS BUKU DALAM 10 HARI - AHMAD RIFA'I RIF'AN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel