Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

#1 CATATAN HARIAN CPM XX - Menuju Pelatihan Intensif

Dari kiri (Iccang, Naomi, Gita, Iik, Mela, Romarta, Rifqi)
Cerita ini, dimulai dari pertama kalinya aku memutuskan untuk men submit aplikasi pendaftaran Calon Pengajar Muda Angkatan kenXX (CPM XX) pada bulan Desember 2019. Bukan kali pertamanya aku mendaftarkan diri sebagai CPM di Gerakan Indonesia Mengajar (GIM). Sebelumnya, aku pernah mendaftarkan diro sebagai CPM pada angkatan sebelumnya tetapi belum lolos. Sampai akhirnya pada pendaftaran kedua ini, aku dingatakan lolos dan berjodoh sengan program CPM Gerakan Indonesia Mengajar.

Oiya, mungking diantara kalian ada yang belum tau, apa itu GIM. GIM adalah Sebuah gerakan yang ada di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2010. Sampai tulisan ini dibuat (Januari 2021) Gerakan Indonesia Mengajar telah memberangkatkan 1032 Pengajar Muda keberbagai wilayah di Indonesia yang kekurangan tenaga pendidik pada jenjang Sekolah Dasar.

Gerakan Indonesia Mengajar mempunyai tujuan menggerakkan sebanyak-banyaknya orang untuk terlibat dalam memajuka  pendidikan di Indonesia. Sebagai strategi utamanya, IM mengirimkan Pengajar Muda ke daerah penempatan.

Baik, lanjut lagi kekisahku. Alhamdulillah semua persyaratan administrasi dan persiapan logistik sudah tertunaikan tepat pada waktunya, yah meskipun untuk melakukan hal itu cukup menguras tabunganku. Tapi ini adalah bagian dari konsekuensi karena aku telah memilih jalan ini (kata kak Ica - Fasilitator pas pelatihan online).

Tepatnya tanggal 9 Januari 2020 Aku berpamit dari rumah. Meskipun hanya satu tahun penempatan, tapi bagiku ini adalah satu tahun yang penuh dengan tantangan. Terlebih lagi proses menanti kepastian selama satu tahun untuk mengikuti program ini, cukup menguras emosiku sehingga membuat suasana menjadi saat momen pamit dengan keluarga ini.

Malamnya, aku sudah berpamit dengan keluarga besar, sebetulnya setelah aku tanda tangan kontrak kerja CPM XX. Diforum keluarga, tepatnya pada acara makan bersama momen ulang tahun kakakku. Tapi itu terjadi saat 2 bulan sebelum berangkat kepelatihan offline. Jadi pikirku akan lebih baik kalau aku berpamitan kembali secara personal.

Pagi ditanggal 9 itu, sudah sejak pagi daerah singgahku diguyur hujan rintik-rintik. Meskipun rintik-rintik, tapi cukup membasahi seisi bumi Mesuji. Ini keberkahan. Pikirku dalam hati. Aku berpamit. Segera saja aku ingin berlalu, dan tak mau memandang wajah keluargaku berlama-lama. Jika tidak, keharuanku pasti semakin menjadi.

Aku menginap satu malam dulu didekat Bandara Raden Intan II, Jadwal penerbanganku dihari ahad pukul 10.45 WIB. Semua dokumen penerbangan sudah kulengkapi. Sesampainya disana, ternyata surat keterangan hasil pemeriksaan covid-19 ku sudah tidak berlaku karena terbitnya aturan baru.

Tidak mau liki panjang. Aku langsung mengikuti saja intruksinya. Aku harus tes antigen. Auto ditusuk lagi hidungku. Semua tetap kusyukuri, apapun kujalankan dengan gembira untuk penantian panjang ini.

Aku sampai di Jakarta pukul 11.30 WIB. Disana sudah ada temanku yang menunggu. Karena kami beda terminal, akhirnya aku memutuskan untuk nyamperin mereka dengan menggunakan suttle bus. Tersebab kurang pengalaman. Jadi ya agak bingung.

Setelah bertemu kami langsung menuju ke lokasi penginapan yang ada di Jalan Senayan Kebayoran baru. Ada banyak drama yang belum sempat saya ceritakan satu persatu disini.

Sebelum kami menuju ke lokasi camp training, kami sempatkan untuk berkunjung sejenak dikantor Indonesia Mengajar yang letaknya tidak jauh dari penginapan kami.

Terimakasih kakak-kakak yang berkenan untuk kubersamai. Kak Mela, Kak Iik, Kak Iccang, Kak Rifqi, Kak Naomi, Kak Ifa, Kak Romarta, Kak Gita, Kak Ika.

Tunggu cerita keseruanku dipostinganku selanjutnya ya.. sampai jumpa.

Post a Comment for "#1 CATATAN HARIAN CPM XX - Menuju Pelatihan Intensif"