Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

#5 CATATAN HARIAN CPM XX - Dinamika


Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau dinamika menjadi pembelajaran penting nan berharga dalam mengarungi perjalanan menjadi pengajar muda. Apapun, manusia boleh berencana, tapi tetap keputusan akhirnya ada ditangan Tuhan, penguasa alam semesta. Kata mereka “satu-satunya kepastian dalam hidup ini adalah ketidakpastian”.

Sebut saja ia dinamika. Satu kata pamungkas yang selalu dielu-elukannya. Awalnya aku mengira itu digunakan sebagai dalih semata. tapi, sungguh tak ada gunanya aku mengira-ngira. Pada akhirnya aku yang merugi sebab tidak mau mengambil pelajaran darinya. Pelatihan berjalan seperti biasa, tidak ada yang aneh dan menyimpang dari rencana, namun di dalamnya ada dinamika-dinamika kecil yang sarat makna. Wajarlah, kalau lempeng-lempeng saja, pembelajaran lebih susah didapat biasanya.

Hijrah (pindah), agamaku berpesan saat kamu berada disuatu tempat yang tidak bisa membuatmu tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang semakin bertaqwa, beriman, dan posisimu terancam maka pindahlah kesuatu tempat yang baru, yang lebih baik dan mendukungmu untuk itu.

Aku dan teman-teman berkemas, tidak tahu mau kemana langkah kaki akan berjalan, pasrah dan percaya pada pembuat keputusan. Pertanyaan-pertanyaan masa depan, sesuatu yang belum pernah terjadi akan dijawab “lihat saja nanti ya...” lebih lanjut “tidak semua pertanyaan ‘kenapa’ harus terjawab sekarang juga, bisa jadi jawabannya ada didepan sana.” Tunggu saja, sabar. Tambahku dalam hati.

Setelah jalan beberapa kilo mengikuti komando, dermaga di depan mata, tapi disekitar ada juga mobil-mobil polisi yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukannya. Ada banyak kemungkinan, aku tidak mau menduga yang sering kali salah adanya. Beberapa waktu kemudian, semua barang dimasukkan kedalam kapal seperti speed boat tapi ukurannya lebih besar dengan kapasitas sekitar lima puluh orang. “kita akan berlayar sekitar 30 menit” kata seorang awak kepada kami. 

Perjalanan berlayar ombak begitu kencang, riuh di dalam, tapi aku memilih untuk sesekali memejamkan mata, sebab masih terngiang perjalanan di lautan tiga tahun yang lalu beradu dengan ombak tinggi yang mencekam. Sembari menyebut-nyebut nama Tuhan, aku berharap segera sampai di pelabuhan. Ada daratan di depan. “Akhirnya” aku membatin lega. Dermaga menyambut kedatangan kami. Selamat datang di pulau kehidupan.

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu

Salam,
Pengajar Muda XX
Kabupaten Konawe
Sulawe Tenggara

Baca cerita catatan harian Calon Pengajar Muda XX lainnya disini:

Post a Comment for "#5 CATATAN HARIAN CPM XX - Dinamika"