Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips dan Praktik Baik Transformasi Teknologi dalam Pendidikan sebagai Pengalaman Belajar

 “Pendidikan investasi peradaban” inilah tagline yang pertama kali akan kita temui saat kita menginjakkan kaki di gedung rektorat Universitas Negeri Yogyakarta, salah satu kampus pendidikan terbaik di Indonesia.

Halo semua, semoga kalian dalam keadaan baik dan sehat selalu ya. Artikel kali ini akan membahas seputar transformasi teknologi pendidikan dari tips sampai contoh praktik baik sebagai pengalaman belajar. Sebelum kita bahas lebih jauh tentang teknologi pendidikan, mari mengingat kembali apa itu pendidikan.

Pendidikan menurut Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara adalah proses pembentukan karakter yang menjadikan seseorang mampu hidup bermakna bagi dirinya sendiri, masyarakat, dan negaranya. Sedangkan, dikutip dari oxford dictionary pendidikan dimaksudkan untuk mendidik atau mencerahkan.

Nah, dari kedua referensi tersebut, secara tersirat kita ketahui bahwa pendidikan itu penting. Mengapa penting? Karena sejatinya pendidikan itu membentuk karakter kita menjadi lebih baik, dapat memaknai dan memberikan makna dari setiap perjalanan hidup terlepas apapun itu bidang ilmunya. Pendidikan juga menjadi jembatan kita menuju tangga kesuksesan, di dunia maupun di akhirat. 

Jika sejauh ini kita sudah mengeyam pendidikan di bangku sekolah atau universitas tetapi karakter dan kualitas hidup kita masih tidak ada perubahan kearah yang lebih baik, berarti ada kurang tepat,  perlu ada yang di benahi dalam prosesnya, atau pemaknaan dari diri kita tentang pendidikan itu sendiri.

Proses, memang memegang kendali yang sangat penting. Dalam istilah pedagogik, proses akrab disebut dengan pengalaman belajar. EYFS (Early Years Foundation Stage) sebuah kebijakan pendidikan di Inggris mengamanatkan proses pembelajaran untuk mengumpulkan informasi tentang individu dan pendidikannya. Bahkan tidak hanya itu, mereka juga merekomendasikan untuk melihat pengalaman belajar seseorang di dalam dan di luar sekolah. 

Kunci dari pengalaman belajar adalah disesuaikan dengan kebutuhan, bukan degan pendekatan “satu ukuran untuk semua”.

Sejalan dengan hal tersebut, di Indonesia dengan kebijakan Merdeka Belajar. Pemerintah memberikan keleluasaan kepada sekolah-sekolah untuk membuat kurikulum yang lebih spesifik dengan kebutuhan masing-masing sekolah dalam bentuk KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan). Guru-guru juga diberikan wewenang untuk menentukan prioritas materi dan desain pembelajaran di kelas yang lebih kontekstual (sesuai dengan keadaan sekitar). Semua itu tentunya dilakukan dengan orientasi kepada siswa (student center).

Kalau kita perhatikan, semua itu tidak terlepas dari pengalaman belajar. Betapa pengalaman belajar ini menjadi perhatian banyak pihak. Di kalangan akademik juga demikian. Penelitian-penelitian seputar proses pembelajaran, dari analisis pembelajaran, kesalahan siswa, keterlibatan siswa, penelitian tindakan kelas sampai dengan pengembangan media ataupun desain pembelajaran. Semuanya terkait dengan pengalaman belajar.

Mampu memfasilitasi kebutuhan dan minat siswa adalah tugas besar bagi institusi maupun praktisi pendidikan. Era industri 4.0 juga memberikan dorongan dunia pendidikan untuk lebih mengoptimalkan teknologi baik secara langsung mupun tidak langsung. Tidak dapat dipungkiri, pandemi covid-19 juga memberikan pelajaran dan pengalaman yang luar biasa dalam memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan pendidikan

Transformasi Teknologi Pendidikan

Pendidikan adalah fondasi utama dalam pembentukan masa depan sebuah bangsa. Namun, cara kita belajar dan mengajar terus mengalami perubahan seiring dengan kemajuan teknologi. Dengan inovasi yang terus berkembang, teknologi pendidikan telah membuka pintu menuju transformasi yang mengubah cara kita mengakses, memahami, dan berinteraksi dengan ilmu pengetahuan.

Salah satu aspek paling mencolok dari transformasi teknologi dalam pendidikan adalah aksesibilitas yang meningkat secara signifikan. Melalui platform pembelajaran daring, siapa pun, di mana pun, dapat mengakses materi pembelajaran dengan mudah. Baik itu video pembelajaran, e-book, atau kursus daring, semua tersedia dengan hanya beberapa kali klik. Ini tidak hanya memperluas jangkauan pendidikan, tetapi juga membantu mengatasi hambatan geografis dan ekonomi yang seringkali menjadi halangan dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Mengutip dari data yang dipublikasikan oleh databoks. Pada bulan Januari 2024 pengguna internet di Indonesia mencapai 185 juta atau setara dengan 66,5% penduduk Indonesia. Data lengkapnya dapat dilihat di bawah ini.

Sedangkan, google statistik Tahun 2022 merilis informasi jumlah pengguna smartphone di Indonesia paling banyak kelompok usia 20–29 tahun, yaitu sebesar 75,95%. Sedangkan kelompok usia 30–49 tahun menggunakan smartphone sebesar 68,34%, dan kelompok usia 50–79 tahun menggunakan smartphone sebesar 50,79%.

Dari kedua data di atas, artinya saat ini baik pelajar ataupun pengajar, dan juga praktisi pendidikan secara dominan menggunakan smartphone dan mengakses internet. Ini merupakan potensi yang sangat besar yang dapat dioptimalkan dalam dunia pendidikan. Berbagai upaya dalam rangka transformasi teknologi dalam pendidikan di lakukan, contohnya adalah Pelatihan PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) dengan output duta teknologi di setiap daerah dan guru penggerak dari kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud). Kalau kita perhatikan, saat ini kemendikbud juga banyak menggandeng berbagai paltform digital untuk tujuan pendidikan di Indonesia.

Melalui platform daring, pelajar dan pengajar dapat terhubung secara real-time tanpa terhalang oleh batasan geografis. Hal ini memungkinkan adanya diskusi yang lebih dinamis, proyek kolaboratif, dan pembelajaran peer-to-peer yang memperkaya pengalaman belajar. Kolaborasi lintas-batas ini tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk beroperasi dalam lingkungan global yang semakin terhubung.

Berdasarkan survei yang dilakukan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur melalui Lembaga Penelitian dan Survei Pelajar, smartphone telah digunakan pelajar untuk berkomunikasi dan memperluas wawasan. Dalam survei tersebut sejumlah pertanyaan lain seputar smartphone juga di tanyakan. Detailnya dapat kita lihat pada info grafis berikut ini.


Teknologi juga memungkinkan pembelajaran yang lebih terpersonalisasi. Dengan adopsi kecerdasan buatan dan analisis data, platform pembelajaran dapat secara otomatis menyesuaikan materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar masing-masing individu. Ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membantu siswa untuk mencapai potensi mereka secara maksimal dengan menyediakan pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan kecepatan belajar mereka.

Meskipun begitu banyak kemajuan yang telah dicapai, transformasi teknologi dalam pendidikan juga menimbulkan tantangan baru. Tantangan tersebut antara lain adalah kesenjangan akses, masalah privasi data, dan tantangan terkait keamanan siber. Namun, dengan kesadaran akan potensi dan risiko, kita dapat memanfaatkan teknologi pendidikan untuk merumuskan masa depan pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Dengan demikian, transformasi teknologi bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan langkah awal menuju revolusi pendidikan yang berkelanjutan.


Nah, berikut 10 Tips Optimalisasi Teknologi dalam Dunia Pendidikan yang dilengkapi dengan contoh praktik baiknya.

1. Bangun Mindset Positif dan Terbuka (Growth Mindset)

Membangun mindset positif tentang teknologi adalah kunci dalam pendidikan. Dengan sikap terbuka dan progresif, teknologi bisa menjadi alat untuk meningkatkan pengalaman belajar dan mendorong inovasi.

Seperti halnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyikapi secara positif perkembangan teknologi. Dorongan untuk memiliki pemikiran yang terbuka (growth mindset) sudah dikampanyekan di UNY sejak dulu. Tidak hanya untuk dosen dan tenaga kependidikan. UNY juga menanamkan life skill kepada mahasiswa baru untuk memiliki pemikiran yang positif dan terbuka. Pun juga dengan lulusan UNY, dihimbau untuk bertindak adaptif dan memiliki pemikiran atau mindset yang terbuka terhadap perkembangan teknologi. Kurikulum yang digunakanpun demikian, hampir semua program studi di rumpun ilmu pendidikan menjadikan mata kuliah teknologi pembelajaran sebagai matakuliah wajib.

2. Bangun Sumber Daya yang Cakap Teknologi

Membangun sumber daya manusia yang cakap dalam teknologi melalui pelatihan bagi pendidik menjadi kunci dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pendidikan. Dengan keterampilan dan sumber daya yang memadai, pendidik dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang inovatif dan relevan bagi para siswa.

Pengalaman belajar yang di dapat siswa bergantung pada bagaimana cara pendidik mengajarnya. Perlu upaya yang terus menerus dan keterlibatan semua pihak untuk melakukan berbagai inovasi dalam bidang teknologi pembelajaran. Seperti halnya program kampus mengajar, mahasiswa UNY mengadakan pelatihan teknologi untuk guru-guru, tim PKM UNY berikan pelatihan Google for Education, dan lain sebagainya.

3. Integrasikan Teknologi Secara Utuh dan Menyeluruh

Integrasikan teknologi secara menyeluruh mulai dari perencanaan hingga evaluasi akhir, dengan menggunakan perangkat lunak inovatif, platform daring interaktif, dan alat kreatif seperti augmented reality atau virtual reality. Di UNY penelitian dengan topik AI, AR, VR di bidang pendidikan juga sedang menjadi tren.

Penerapan teknologi tidak hanya sebatas pada proses kegiatan belajar mengajar saja, namun sebaiknya juga terintegrasi secara menyeluruh. Sebagai contohnya, proses penerimaan mahasiswa baru UNY saat ini dapat diikuti secara daring melalui jalur CBT domisili, registrasi online juga sudah tersistem. Gerakan paperless juga sudah terlihat dengan kebijakan mengumpulkan tugas akhir kuliah (skripsi, tesis, disertasi) dalam bentuk soft file tidak perlu di cetak. Absen perkuliahanpun saat ini dilakukan dengan memasukkan kode yang diberikan dosen melalui akun siakad (sistem informasi akademik) masing-masing.

Menariknya lagi, pengalaman kemudahan administrasi di UNY berdasarkan banyak dari cerita teman-teman dan penulis rasakan sendiri adalah mudahnya mengurus surat-surat seperti surat aktif kuliah, ijin penelitian, dan lain sebagainya. Semua dapat diajukan secara online, dan dipatkan dalam hitungan menit bahkan detik.

4. Terus Bergerak Maju dan Tidak ‘Ngoyo’

Para pendidik perlu mengadopsi sikap terbuka terhadap inovasi dan fleksibilitas dalam merespons perubahan teknologi serta kebutuhan siswa, sehingga penggunaan teknologi dalam pembelajaran tetap relevan dan efektif di era yang terus berkembang. UNY terus bergerak maju menuju word class university, inovasi-inovasi dalam bidang teknologi juga terus dikembangkan guna menunjang kebutuhan mahasiswa.

5. Dorong Digitalisasi dan Kolaborasi Digital

Digitalisasi dan kolaborasi digital menjadi kunci dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pendidikan. Institusi pendidikan dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang efisien, sementara kolaborasi digital memperkaya pengalaman belajar dengan memfasilitasi berbagi pengetahuan dan sumber daya antara pelajar, pengajar, dan institusi pendidikan lainnya.

Praktik baik UNY dalam melakukan digitalisasi beberapa sudah disebutkan di atas, digitalisasi lainnya seperti isu yang beredar sedang dikembangkannya aplikasi bimbingan tugas akhir pada departemen pendidikan matematika. Fasilitas zoom premium dan microsoft 365 untuk seluruh civitas akademika UNY juga membuka kesempatan yang sangat luas untuk dapat berkolaborasi secara digital. 

6. Bangun Kemitraan dengan Industri dan Komunitas

Jalin hubungan erat dengan industri dan komunitas sangat penting dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pendidikan. Melalui kunjungan industri dan proyek kolaboratif, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung yang relevan dengan dunia nyata, mempersiapkan mereka untuk sukses di masa depan dan memperkuat hubungan antara pembelajaran sekolah dan kebutuhan industri serta masyarakat. Salah satu kemitraan yang telah dilakukan UNY adalah mengembangkan UNY-Digital Learning Centre bersama TVRI.

7. Tentukan Target yang Jelas dan Terukur

Pentingnya menetapkan target yang jelas dan terukur dalam penggunaan teknologi dalam pendidikan tidak dapat disangkal. Dengan tujuan spesifik, pendidik dapat memfokuskan upaya mereka dan melacak kemajuan serta efektivitas strategi pembelajaran.

8. Pengadaan Infrastrutur Digital

Mengoptimalkan teknologi dalam pendidikan memerlukan infrastruktur digital yang kuat, termasuk akses internet stabil, perangkat keras yang memadai, dan jaringan yang handal di sekolah-sekolah. Dengan infrastruktur yang baik, pendidik dapat mengintegrasikan berbagai alat dan platform teknologi secara lancar, memberikan siswa akses penuh terhadap sumber daya digital untuk meningkatkan pembelajaran.

Salah satu daya tarik UNY adalah perpustakaan digital yang dimilikinya atau dengan sebutan kerennya ‘kebun apel’. Disebut demikian karena di dalam gedung tersebut mahasiswa dapat mengakses berbagai karya tulis dari komputer produk apple.

9. Jaga Keamanan Data

Penting untuk menjaga keamanan data dalam pendidikan dengan mengimplementasikan langkah-langkah seperti enkripsi sistem dan pelatihan pengguna tentang praktik keamanan. Dengan langkah-langkah ini, pendidikan dapat berjalan dengan aman dan efisien di era digital.

10. Refleksi Secara Berkala

Refleksi berkala penting dalam mengoptimalkan teknologi pendidikan. Ini membantu pendidik mengevaluasi strategi dan alat yang mereka gunakan, serta membuat penyesuaian untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, refleksi memungkinkan berbagi pengalaman dan pembelajaran praktik terbaik antarpendidik, memperkuat penggunaan teknologi dalam pendidikan.

Nah, itulah 10 tips optimalisasi dalam dunia pendidikan yang dilengkapi dengan praktik baik studi kasus kampus UNY. Kalau praktik baik yang disajikan di atas masih kurang dan mau tahu se teknologi apa UNY. Silakan akses disini ya, ada banyak praktik baik yang pastinya akan menginspirasi kita semua dalam berteknologi.


Kesimpulannya, pembahasan mengenai pentingnya transformasi teknologi dalam dunia pendidikan, tips, dan juga praktik baik, semua itu dilakukan dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menarik bagi pelajar dan mahasiswa. Semua pihak sesmestinya turut andil, bergotong royong untuk melakukan transformasi ini. Pendidikan yang baik, menarik, dan adaptuf dengan perkembangan teknologi memberikan peluang besar lahirnya generasi emas yang akan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Terimakasih sudah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat dan semangat untuk kita semua! Ohiya, untuk memparkaya postingan ini, kalau kalian mempunyai gagasan atau pendapat lain tentang bagaimana mengoptimalkan teknologi dalam dunia pendidikan sebagai pengalaman belajar, tambahkan di kolom komentar ya.

Atau buat teman-teman mahasiswa dan alumni UNY juga boleh banget cerita baik di kolom komentar pengalaman teman-teman seputar teknologi di UNY, bisa cara belajarnya administrasinya, ilmu tentang teknologi yang di dapat dari UNY, dan lain sebagianya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog UNY 2024 kategori mahasiswa. Karya ini original dan belum pernah dipublikasikan di media manapun.



Referensi:
- codetoday.co.uk
- databoks.katadata.co.id
- goodstats.id
- gov.uk
- kominfo.jatimprov.go.id
- oxford dictionary
- uny.ac.id

45 comments for "Tips dan Praktik Baik Transformasi Teknologi dalam Pendidikan sebagai Pengalaman Belajar"

  1. Menarik sekali tulisannya mas. Aku sepakat secara umum. Menurutku biar teknologi optimal dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, pertama dari pemerintah sendiri sebaiknya bener2 aware gitu soal teknologi. Dan dari kita pribadi kudu belajar terus soal tech ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, disamping itu kita juga perlu memantaskan diri dulu kali ya. jadi poinnya di kitanya. atau fokus ke hal-hal yang bisa kita kendalikan dulu. sip sip :) Suwon mas.

      Delete
  2. Menurutku ada beberapa cara mengoptimalkan teknologi dalam pendidikan dengan menggunakan aplikasi pembelajaran online, memanfaatkan sumber belajar digital, dan menggunakan media sosial dalam pembelajaran. sehingga dengan pengoptimalan teknologi dapat meningkatkan Kualitas pembelajaran seperti dapat meningkatkan keterlibatan siswa, meningkatkan aksesibilitas pembelajaran, dan meningkatkan keterampilan digital siswa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap. makasih banyak insightnya mbak Indri. Iya saya juga sepakat dengan hal itu. Kalo kita mau eksplore mah sekarang banyaaaakkkkk banget ya paltform dan sumber belajar digital yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Tinggal kitanya mau manfaatinnya enggak.

      Delete
  3. Mengoptimalkan teknologi dalam pendidikan hmm mungkin bisa dengan menjadikan teknologi itu sebagai "copilot" dalam membantu urusan penyelesaian tugas siswa. Namun, tetap saja diri siswa sendirilah yang menjadi "pilotnya" jangan sebaliknya. Jika hal ini sudah dilakukan maka siswa akan lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik, menarik!. Kayak asisten gitu ya maksdnya. Jadi dengan bantuan teknologi siswa juga tetap belajar, tetap bernalar dan jadi diri sendiri.

      Delete
  4. Menurut saya, untuk mengoptimalkan teknologi dalam dunia pendidikan, penting untuk memanfaatkan platform pembelajaran online yang interaktif dan responsif. Selain itu, integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat membantu dalam personalisasi pembelajaran, mengidentifikasi kebutuhan individu siswa, dan menyediakan umpan balik yang tepat waktu. Penggunaan alat kolaborasi digital seperti papan tulis digital dan aplikasi berbasis cloud juga dapat meningkatkan kerja sama antara siswa dan guru, memfasilitasi diskusi dan pertukaran ide dalam lingkungan pembelajaran yang terstruktur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih Paguru Daffa. iya AI emang lagi booming ya sekarang. tapi ya mau gak mau suka gak suka, kita kudu adaptable. apalagi kita, guru-guru muda ya punya peran penting buat lingkungan sekolah kita contohnya, dalam per teknlogian ini.

      Delete
  5. Tulisan yang penuh dengan informasi dan riset yg mendalam, di dunia saat ini terutama di Indonesia setelah pasca pandemi covid 19 digitalisasi pembelajaran dengan mengoptimalkan teknologi dalam proses pembelajaran sangat lah luar biasa, banyak Platform digitial yg pada akhirnya dimanfaatkan untuk proses pembelajaran yang membuat proses belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, disaat itulah Teknologi sangat luar biasa berperan penting pada dunia pendidikan bahkan hadir google work space for educational dengan guru menguasai Sertifikat Google level 1 dan 2 akan membuat guru dapat memanfaatkan dengan baik dalam proses pembelajaran sehingga Pembelajaran yang kini digandrung oleh anak anak adalah pembelajaran berbasis teknologi yang setiap harinya berada didekat peserta didik salah satunya gadget tablet dan laptop yg ketika guru mampu memanfaatkan hak tersebut akan membuat murid merasa lebih nyaman dan lebih asik dalam mengikuti proses pembelajaran yang sesuai dengan minat bakat serta sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya peserta didik saat ini (Filosofi Pemikiran Ki.Hajar Dewantara)

    Dengan Optimalisasi Teknologi dalam pendidikan pemerintah juga menjadi melek teknologi dan memanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi guru seperti berbagai Kegiatan Guru penggerak sekolah penggerak serta PKG lainya yg memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan yang membuat guru dapat terus upgrade diri sehingga mampu memberikan pembelajaran yang terbaik dan efektif kepada peserta didik dengan asas merdeka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang beda ya komennya calon ketua yayasan Taman Siswa mah. (Aamiin). Sangat filosofis. hehe. Sepakat pak. bersyukur banget sekarnag juga banyak program dari pemerintah buat upgrade diri ya. semoga kita semua tetep istiqomah buat belajar, belajar, dan terus belajar.

      Delete
  6. Pembelajaran merupakan salah satu proses yang sangat penting di dalam dunia pendidikan, semakin berkualitas pembelajaran maka semakin berkualitas pula output yang akan dihasilkan, untuk memaksimalkan proses pembelajaran salah satu alternatif yang bisa di terapkan yaitu memanfaatkan teknologi yg sudah tersedia, misalnya dengan memfasilitasi akses informasi, meningkatkan interaksi dan keterlibatan, memfasilitasi pembelajaran berbasis keterampilan, mengukur kemajuan dan evalusi, dan memungkinkan pembelajaran berdiferensiasi, dengan mengoptimalkan teknologi untuk pembelajaran diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang terbaik serta efektif dengan memanfaatkan teknologi yg sudah ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak Gus ASN Muda pesisir wilayah lampung, Guru berprestasi tk Prov. dll atas pendapatnya. Eh mau tau dong, kalo di daerah pesisir gitu ada kendala ga si buat nerapin teknologi di sekolah? sama kalo pengalaman kamu sendiri gus, udah pernah make teknologi buat apa aja di kelas/sekolah?

      Delete
    2. Banyak sekali kendala nya mas, mengingat lokasi tempat sy mengabdi berada di daerah 3T yang notabennya fasilitas saran dan prasarana sekolah belum memadai ditambah tidak adanya jaringan seluler yg menyebabkan teknologi sulit untuk diterapkan, sehingga selama ini sy baru menerapkan media pembelajaran interaktif tanpa menggunakan jaringan internet

      Delete
    3. Cukup struggle ya berarti gus. makasih banyak udah sharing ya. semoga anak-anak disana tetap legowo dan memaksimalkan potensi lainnya yang cuman ada disana dan gak dimiliki daerah lain. Kadang kita cuman fokus kita gak punya ini itu kaya sekolah lain, tanpa berpikir kita punya ini yang sekolah lain gak punya.

      Delete
  7. Menarik Sekali, Gambar dan infografis yang Anda gunakan sangat menarik dan membantu memecah teks.
    Memang tidak bisa dipungkiri di era societi 5.0 teknologi dalam dunia pembelajaran tidak bisa dipisahkan. Sebuah topik konten yang sangat relevan dengan situasi saat ini. Menurut saya pribadi cara mengoptimalkan teknologi dalam dunia pendidikan sebagai pengalaman belajar, salah satunya dengan membuat rencana pembelajaran yang jelas dan terstruktur serta memastikan tahu bagaimana menggunakan teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setelah membuat rencana, gunakanlah teknologi untuk melengkapi, bukan menggantikan, pengajaran tradisional. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan pembelajaran, bukan untuk menggantikan interaksi guru-siswa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Ham. on point banget. teknologi buat melengkapi dan ga boleh gantiin interaksi guru-murid. Jadi guru harus tetep optimal memerankan perannya sebagai pendidik ya. Bagian perencaan juga aku sepakat banget. karena gagal merencanakan = merencanakan kegagalan kan kata orang bijak.

      Delete
  8. Saya setuju dengan penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran. Teknologi mempermudah guru untuk menyediakan media atau sumber belajar yang sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan siswa. Teknologi juga memfasilitasi pembelajaran secara daring, ketika pembelajaran secara luring tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. Teknologi juga membantu dalam penilaian, contohnya AKM maupun asesmen lain yang diselenggarakan oleh guru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap bu. iya assessment pake teknologi emang lebih efektif dan efesien ya...

      Delete
  9. Ditengah maraknya penggunaan AI spt ChatGPT, dll. tentu saja teknologi mendukung untuk optimalisasi pembelajaran. Dalam hal kegiatan mengajar dan belajar siswa, saya sangat mendukung sekali penggunaan digital tools pada proses belajar siswa. Sedikit cerita - minggu lalu - saya dan teman2 saya penelitian di salah satu sekolah dan kami mengimplementasikan penggunaan teknologi ke dalam proses pembelajaran di dua kelas. Kami mengaplikasikan mind map digital dan canva untuk mengembangkan ide-ide mereka sehingga mereka dapat mengembangkan tulisan mereka khususnya di mapel bahasa Inggris. Tentu saja mereka sangat antusias dan detail untuk menuliskan opini/ide mereka disana sehingga tulisan mereka ter-improve dan lebih terstruktur. Jadi sebagai pendidik maupun calon pendidik, kita harus mampu untuk menggunakan teknologi agar memberikan praktik belajar terbaik sesuai dengan gaya belajar siswa kita. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih menarik sekali. malah praktek langsung. aku juga pernah pake mind map tapi nggak pas di kelas buat rapat gitu brainstorming mbak. dan itu emang seru. Jadi kepikiran buat mind map teori-teori matematika.

      Delete
  10. Pembelajaran dg teknologi memang memberikan pengalaman belajar agar pembelajaran lebih meaningful. Maka, harapan terdekat adalah pemerintah mampu meratakan pengalaman tsb agar seluruh siswa di Indonesia dapat merasakannya, termasuk yg berada d daerah2 pelosok yg masih susah dlm penggunaan digital. Karena sekali lagi, pendidikan bukan hanya milik siswa yg berada di kota2 besar, namun pendidikan adalah milik anak bangsa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaaAllah. bener-bener. Pendidikan adalah hak semua orang ya. Pengajar dan pelajar di daerah juga semestinya punya akses informasi dan kesempatan yang sama. Sebagai anak daerah dulu yang aku rasa si, kurangnya akses informasi sampai-sampai sesimpel masuk kampus ada jalur SNMPTN aja gak tau, apalagi informasi STAN. so sad :(

      Delete
  11. Komplit banget!. Makasih banyak bu Lidra insight nya. sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  12. Wah iya bener "tidak bisa mnejadikan satu statment rata untuk semua". karena semua juga punya kadar dan kemampuannya masing-masing ya.

    ReplyDelete
  13. Mantab luar biasa tulisannya pak, ,, izin menambahkan opini mengenai upaya mengoptimalkan teknologi dalam pendidikan terkhusus dalam pembelajaran.
    1. Pembelajaran berbasis proyek menggunakan teknologi di mana siswa tidak hanya menjadi penikmat, tetapi menjadi creator nya (menyesuaikan materi)
    2. Tidak hanya pembelajaran, penilaian perlu menggunakan teknologi, terlebih digital seperti rubrik online atau platform penilaian online.
    3. Pameran karya memanfaatkan teknologi (bisa online) dari hasil proyek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you banget mbak Lilin insight nya. menarik sekali ya bikin pameran online hasil karya buat dinikmati orang dari berbagai belahan duni. Aku ngebayangin kalo ada platform yang ngumpulin karya hasil proyek setiap mapelnya yang bisa diakses kapanpun.

      Delete
  14. Keren sekali informasinya. Saya adalah salah satu alumni UNY. Pernah merasakan berbagai kemudahan yang ada di UNY berkatvtelnologi yang disediakan. Pengurusan persuratan salah satu kemudahan yang saya rasakan. Tidak perlu lagi menghadap ke birokrasi secara langsung untuk mengurus persuratan penelitian, surat aktif perkuliahan dll. Dengan teknologi yang ada, kini bisa diajukan secara online 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget. valid ya, ngurus surat2nya lebih praktis. UNY emang best dah!

      Delete
  15. Informasi yang cukup bagus. Memang pada zaman sekarang teknologi hendaknya menjadi salah satu penyokong kemajuan pendidikan, contohnya seperti yang tertuang dalam pemodelan pengajaran TPACK (Technology Pedagogi And Content Knowledge). Untuk itu peran teknologi sangat penting dalam membangun era RI4.0 dan society 5.0

    ReplyDelete
    Replies
    1. TPACK. noted. suwon Ram. jadi di model itu gak hanya car angajar aja yang di integrasikan dengan teknologi tapi kontennya juga ya. menarik!

      Delete
  16. Cara mengoptimalkan teknologi dalam pembelajaran bisa dengan metode / strategi pendekatan ASSURE. Metode ASSURE merupakan salah satu strategi pembelajaran di dengan memadukan penggunaan teknologi dan media pembelajaran dengan pengembangan metode, bahan ajar dan peran siswa dalam proses pembelajarannya. Model ini dikembangkan oleh Sharon Smaldino, Robert Henich, James Russell, dan Michael Molenda dalam bukunya berjudul Instructional Technology and Media For Learning (1989). Adapun tahapan metode ASSURE diantaranya :
    1. Analyze learner characteristic, yaitu menganalisis karateristik siswanya terlebih dahulu
    2. State performance objectives, yaitu menetapkan tujuan pembelajaran
    3. Select methods, media and materials, yaitu memilih metode, media, dan bahan ajar
    4. Utilize, technology, media, and materials, yaitu penggunaan teknologi, media, dan bahan
    5. Requirez learner participation, yaitu mengaktifkan keterlibatan siswa
    6. Evaluation and revision, yaitu melakukan evaluasi dan revisi proses pembelajaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kang Siddiq full banget, paket komplit. Nuhun kang. Seneng bisa dapet meragam metode/model pembelajaran dari temen2 yangemangmatch diintegrasiin sama teknologi.

      Delete
  17. Teknologi memang tidak bisa dihindari, saya sebagai mahasiswa UNY merasakan dampak besar adanya teknologi. Mulai dari administrasi, sumber belajar dan berbagai fasilitas multimedia yang tersedia. Namun perlu disikapi dengan bijak terkait perkembangan teknologi ini. Jangan sampai dikuasai oleh teknologi tapi kuasailah teknologi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Jangan sampai kita dikuasai teknologi, tapi kuasailah teknologi". On point banget Find. Terimakasih banyak sudah mengingatkan. Aku sepakat dalam pembelajaran juga sebaiknya tetap mengingatk marwah teknologi itu hanya sebagai alat.

      Delete
  18. Dari sekian banyak pilihan cara dalam mengoptimalkan teknologi dalam dunia pendidikan, untuk aku pribadi memilih untuk melibatkan fitur yang udah ada dengan cara mengenalkan ke siswa dulu. kemudian memberikan pengalaman positif melalui fitur ringan seperti memberikan pendapat,kesimpulan dan pertanyaan diakhir pembelajaran (mentimeter, padlet). kemudian jika siswa memang sudah terbiasa dan tidak menjadikan teknologi sebagai disitraksi proses pembelajaran (selama ini pemanfaatan telepon genggam dikenal sebagai media komunikasi pribadi/bermain games saja), baru kita libatkan secara langsung melalui media pembelajran games (quiziz, kahoot, liveworksheet, dll) dan penggunaan LMS tapi bukan sebagai media pengumpulan tugas saja. karna selama ini biasanya lms hanya sebagai media penyampaian, pemberian, dan pengumpulan tugas. sehingga selama pembelajran siswa bebas megunakan dan mengakses di bawah pengawasan guru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengenalkan lalu, memberikan PENGALAMAN POSITIF. sepakat banget. kalo first impression aja udah gak ok, kurang max juga ya. Perlu proses, perlahan mulai dari hal-hal yang siswa tau atau kenal dulu.

      Iya sepakat ini jadi problem juga si, LMS cuman dipake buat ngumpulin tugas, sebaiknya lebih dioptimalkan ya. Thank you Mbak Yulan.

      Delete
  19. Di UNY, salah satu paling membekas ihwal teknologi yang bener-bener jadi teman setia masa itu. Ya!, Aku masih ingat banget waktu pertama kali masuk ke kebun apel, dan rasanya keren banget! Mulai dari bikin tugas sampe diskusi bareng temen-temen, ngerjain tesis, nulis artikel, nge-garap project, semuanya jadi lebih gampang berkat teknologi yang mereka sediain. Hasilnya? Bikin kagum! Aku bener-bener ngerasa UNY support kita banget dalam memakai teknologi buat suksesin belajar mahasiswanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wandaaa, nda kangen po sama UNY?, Week end ini ada pasar kangen nih di UNY dalam rangka Dies. Kalo kangen sini ke pasar kangen. wkwkw

      Bener2 meaningfull, banyak kenangan dan berkesan berarti ya nda belajar di UNY. Aku juga termotivasi lagi untuk terus memaksimalkan belajar di UNY. Mumpung masih kuliah disini sekarang. Makasih banyak nda sharingnya.

      Ohiya, yang mau baca lifejourney Wanda selama kuliah bisa baca di sini ya: https://www.debipranata.com/2024/01/menemukan-makna-hidup-dalam-derap-nafas.html

      Delete
  20. Teknologi di UNY menurutku suatu hal yang sangat di optimalkan. Pengalamanku dulu waktu masih jadi mahasiswa baru. UNY sudah membekali mahasiswa dengan soft skill dan pelatihan TIK untuk mahasiswanya secara online. Hal ini didukung oleh fasilitas yang disediakan di UNY seperti digital library yang banyak kebun apelnya hihi dan di perpustakaan tiap fakultas juga ada. Jadi saya bisa menggunkaan fasiltas tersebut untuk mencari referensi jurnal/buku. Arah pengembangan teknologi yang menurut saya terasa adalah dalam prodi saya yaitu pendidikan matematika. Sekarang mahasiswa pendidikan matematika diarahkan untuk menjadi seorang pendidik yang memiliki ilmu tentang digital baik itu teknologi pembelajaran untuk pengembangan media pembelajaran secara digital. Hal ini didukung dengan adanya program MBKM khusus bagi mahasiswa pendidikan matematika yaitu adanya mata kuliah MBKM pemrograman perangkat mobile, Media pembelajaran interaktif, video pembelajaran matematika. Sehingga sangat membantu saya dalam membekali diri dengan ilmu teknologi pendidikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihhhh keren-keren. oh baru tau ada program MBKM yang konsen ke pembelajaran berbasis teknologi gitu. menarik sekali ya. Sayangnya gak bisa ikutan. wk. semoga nggak puas sampe disini aja ya UNY. Terus dan tetap berkembang.

      Delete
  21. Dalam mengoptimalkan teknologi, guru sebagai salah satu yg menjadi peran penting dalam mentransfer ilmu perlu banyak belajar (khususnya saya sendiri yang masih belum banyak tau teknologi saat ini) perlu ada dorongan dari diri untuk mau terus belajar ditambah dengan mengikuti webinar² yg saat ini banyak dilakukan . Hal ini menjadi salah satu dari banyaknya cara untuk mengoptimalkan teknologi dan guru dapat menerapkan ilmu yg sudah di dapat ke dalam pembelajaran seperti anak dilatih mengutip daftar pustaka dengan mendeley dalam membuat karya tulis, hal ini dapat menjadi kebiasaan baru bagi siswa dalam menulis yang disertai dengan sumber lain. Jadi selain siswa membiasakan diri untuk menulis dan juga membaca sumber² lain, siswa pun sudah menerapkan teknologi yang dapat memudahkan siswa dalam menuliskan sumber yang mereka kutip.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga ya teh. kayaknya apapun gak bakalan jalan kalo gak ada dorongan dalam diri sendiri ini. termasuk juga menyoal teknologi ini. Memang sebagai perlu sadar untuh, sadar penuh juga buat terus belajar, buat punya pemikiran yang growth mindset.

      Daebak! kepikiran ya siswa dilatih pake mendeley. menarik sekali teh. akan kucoba, Nuhun teh Rinna.

      Delete
  22. Waw Amazing 👏🏻👏🏻. Semoga semakin banyak sekolah yang menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin aamiin. karena bisa jadi saat ini resourches nya itu udah banyak ya. tingga di optimalin aja. makasih banyak mbak nisa.

      Delete
  23. Izin ya kak untuk mengutarakan pendapat saya.
    Pendidik itukan sebagai pemegang kendali utama dalam keberhasilan proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pembelajaran. Jadi sebagai pendidik atau calon pendidik harus mampu menguasai bahkan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Cara mengoptimalkan teknologi dalam dunia pendidikan salah satunya dengan memilih platform pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tentunya yang bisa diakses dengan mudah oleh siswa. Dan sebagai pendidik juga dapat menerapkan teknologi yang sudah dikuasai dan diajarkan/dibiasakan kepada peserta didik, sehingga peserta didik akan terbiasa dengan penggunaan teknologi.

    Maaf ya kk kalo sedikit curhat.😁 Disini saya pribadi sebagai mahasiswa saya masih belum banyak tau tentang teknologi saat ini, salah satunya seperti penggunaan mendeley. Jujurly saya sendiri tau mendeley waktu skripsian.😅
    Jadi selain dorongan dari pendidik perlu juga dorongan dari diri sendiri yaitu ada keinginan untuk lebih tau dan kemauan untuk belajar lebih banyak lagi tentang teknologi.

    ReplyDelete