Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

ADAKAH YANG MENANGISIKU SAAT AKU MATI?


Dunia hadir dengan menawarkan begitu banyak kemegahan dan kemewahannya. Mengiming-iming bagi siapa saja penghuninya. Tak peduli, si miskin, si kaya, orang dewasa, atau anak-anak sangat berpotensi untuk terlena sehingga lupa dengan KEMATIAN.

Pasangan hakiki yang menjadi titik start dan finish di dunia ini adalah kelahiran dan kematian. Ketika lahir di dunia ini, orang tua serta sanak saudara bersuka cita menyambutnya. Tapi ketika mati, belum tentu hal itu terjadi. Tergantung kiprah dan polah yang kita toreh selama hidup di dunia ini seperti apa.

Aku pernah membaca suatu kalimat bahwa dalam sehari malaikat maut melintas dikening kita sebanyak 70 kali. Jika demikian benar adanya, maka sangatlah besar sekali peluang kita untuk mati disetiap harinya.

Pernah suatu hari mengalami kejadian berbahaya yang mengerikan seolah kita dekat dengan kematian? Lalu setelahnya kita mengucapkan istighfar, beribu syukur atas keselamatan yang diberi oleh Tuhan dimomen itu. Saat itu terjadi, bisa jadi malaikat maut sedang ada diposisi sangat dekat sekali. Lebih dekat dari lintasan yang 70 kali didepan kening kita tadi.

Tuhan, apakah saat berita kematianku datang ditelinga orang-orang yang mengenalku ia akan bersedih hati? Sedih karena tidak akan ia temui lagi didunia ini seseorang bernama (nama saya) dengan segala tingkah dan polahnya. Atau malah sebaliknya, mereka akan merasa senang karena tidak akan ada lagi yang membuat mereka risau dan terganggu dengan segala bentuk ketidakjelasanku. Atau bisa jadi ada diposisi netral. Mereka akan biasa saja, sebab selama hidupku tak ada kontribusi apa-apa dalam hidupnya.

Begitu banyak berita kematian yang berlalu begitu saja. Saat berita itu datang, aku hanya mampu merefleksikan kematian sesaat. Satu atau dua menit saja, setelah itu berlalu begitu saja tanpa ada tindak lanjut setelahnya. Alangkah meruginya aku, dan tidak mawas dirinya aku.

Maka berbuat kepada sebanyak-banyak manusia tidak lain selain ingin mendapatkan pahala dari Tuhannya adalah untuk membangun citra baik kepada mereka, sesama manusia. Karena kebaikan-kebaikan yang berhasil ditorehkan akan terkenang meski sipelaku kebaikan sudah terenggut nyawanya.

Salah satu cara terbaik untuk terus merawat keimanan dan terus berbuat kebaikan adalah dengan mengingat KEMATIAN. Tentang bagaimana sikap orang mendengar kabar saat kita mati dan sebagai apa kita dikenang setelah kita mati, sesungguhnya adalah hal yang bisa direncanakan. Sesuatu hal yang bisa dibuat. Melalui apa? Melalui sikap dan perilaku sehari-sehari yang kita lakukan kepada sesama manusia.

Semoga kita semua mati dalam keadaan Khusnul Khotimah. Aamiin.

Post a Comment for "ADAKAH YANG MENANGISIKU SAAT AKU MATI?"