BUKU TUHAN, MAAF, KAMI SEDANG SIBUK


Judul: Tuhan, Maaf, Kami sedang sibuk
Penulis: Ahmad Rifa'i Rif'an
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: ke 22 Desember 2018 (Edisi Revisi)
Tebal halaman: 371 Halaman

Dulu, aku hanya bisa berguman di dalam hati ketika mendengar judul buku yang sangat populer ini (national bestseller). Kapan aku memiliki waktu untuk membacanya, memiliki uang untuk membelinya, atau hanya sekedar memiliki action untuk meminjamnya dari salah seorang kawanku. Angan hanya sekedar angan jika tak dibarengi dengan kesungguhan.

Alhamdulillah di akhir 2019 aku bisa membeli buku ini, dan April 2020 aku berhasil mengkhatamkannya. Ini buku kedua yang selesai kubaca ditahun 2020 ini, setelah sebelumnya menuntaskan bacaan buku yang di tulis oleh orang yang sama.

Buku "Tuhan, Maaf kami sedang sibuk" ditulis oleh seorang manusia yang sangat ku gandrungi karya-karyanya, Mas Ahmad Rifa'i Rif'an. Sebuah buku yang akan menjadi renungan dan Inspirasi Spiritual Orang kantoran.

Meskipun mengusung tajuk 'kantoran', tapi buku ini layak dan nikmat nan manfaat dikonsumsi oleh siapa saja. Termasuk saya dan kita semua. Seperti kebanyakan karya-karya Mas Ahmad pada umumnya. Buku ini dikemas dalam bahasa yang tidak begitu berat untuk di cerna. Membacanya, aku serasa sedang duduk didekat mas Ahmad yang sedang bertutur cerita. Mengalir, tak ada cerita yang mengkerutkan kening saat membaca tapi mengkerutkan hati bisa berulang kali sebab alurnya.

Buku ini dibagi menjadi 4 bagian. Bagian 1, Menata hati, membenahi nurani. Bagian dibagi lagi menjadi pecahan-pecahan sub bagian yang pada intinya mengajak kita untuk mengupgrade ketauhidan kita, keIslaman dan keikhsanan. Kita di ajak bermuhasabah bagaimana interaksi kita dengan tuhan selama ini. Sub bagian yang paling aku suka adalah Tuhan, Maaf, Kami sedang sibuk.

Bagian ke 2, Rumahku surgaku. Lebih banyak membahas tentang fenomena keluarga yang sangat dekat dengan kehidupan kita, bahasannya lengkap disertai bagaimana kita bersikat dengan problem-problem rumahan yang ada. Sub bagian yang paling kusuka adalah Baitii... Jannatii...

Bagian ke 3, Memancarkan cahaya surga ditempat kerja. Ini bagian yang paling kusuka, bukan karena apa-apa, mungkin karena cocok saja dengan kondisiku saat ini yang masih tergolong baru di dunia kerja dan butuh banget sama nasihat yanf berkaitan dengan dunia pekerjaan. Bagian ini diawali dengan Jihad, ya.. jihadd semua lini medan peperangan dan perjuangan dan di akhir dengan Ghosab. Ghosab adalah praktek yang kerap sekali terjadi di dunia kerja yaitu meminjam barang orang lain tanpa meminta ijin kepada pemiliknya. Sub bagian yang paking kusuka, Budaya Instan.

Bagian ke 4, Memperkokoh semangat dan Visi Hidup. Bagian ini merupakan bagian penguatan dari bagian-bagian sebelumnya. Yang pembahasannya akan memotivasi kita dalam menjejakkan karya.

Banyak bagian pembahasan dari buku ini yang memberikan ilustrasi/kisah nyata sebagai pembukanya, sehingga kita tidak kesusahan memahami apa maksud yang ingin di sampaikan di setiap bagiannya.

Terimakasih untuk penulis dan penerbit.
#Reviewbuku1

Debi Pranata Berkenalan dengan orang baru adalah hobiku, menulis adalah duniaku, dan pekerjaan ialah hiburanku, Ibadah tugas utamaku. Mari berkarya :)

2 Responses to "BUKU TUHAN, MAAF, KAMI SEDANG SIBUK"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel