URIP KUDU URUP


'Urip Kudu Urup' merupakan filosofi jawa yang sarat akan makna. Bagi siapapun yang bersuku jawa atau hidup dilingkungan sekelilingnya pasti tidak asing lagi dengan istilah satu ini.

Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, 'Urip Kudu urup' memiliki makna kurang lebih 'Hidup Harus Menyala'. Kalimat yang mengandung tiga kata ini memiliki makna tersirat maupun tersurat.

Makna tersiratnya bahwa kita dalam menjalani hidup ini harus menyala. Menyala secara praktis bisa diterjemahkan bergerak, berkobar, dan berkarya secara konstan. Jadi hidup kita harus selalu bergerak kearah yang lebih baik, hidup yang penuh karya dan dengan semangat yang berkobar.

Makna tersuratnya, urup bisa diterjemahkan sebagai api. Api dalam konteks ini adalah tungku untuk memasak. Secara praktis bisa dimaknakan bahwa hidup ini butuh makan. Makan asalnya dimasak, dan dimasak menggunakan api. Maka, jika butuh makan kita harus bekerja.

Kedua sudut tinjauan itu bermuara pada makna yang sama yakni hidup harus dipenuhi dengan karya. Tak bisa berleha-leha  juga berpangku tangan berlama-lama.

***

Pertama kali, aku mendengarkan istilah 'Urip kudu Urup' dari bapakku. Sebagai putra jawa yang memegang erat budaya Lampung sebab lahir tumbuh dan berkembang diLampung tentunya tidak begitu paham dengan seluk beluk suku jawa termasuk kata-kata filosofisnya.

Walaupun demikian, tetap aku memiliki kewajiban melestarikan indentitas suku jawa. Filosofi bagian dari bahasa, dan bahasa bagian dari identitas kedaerahan.

Bukan bermaksud memetakan suku. Baiknya memang semua suku di Indonesia di pelajari, dicintai dan dilestarikan. Namun berat rasanya karena ada banyak suku yang ada. Solusi terbaiknya aku pikir adalah dimulai dari orang-orang yang memilikinya. Misal aku bersuku jawa, kupelajari sebisa dan semampuku bagaimana jawa itu, kemudian kusampaikan kepada rekan-rekan lain. Kalau masing-masing suku orang-orangnya memiliki kesadaran terhadap sukunya bahkan sampai kepada tingkat mengkampanyekannya kepada suku lain. InsyaaAllah budaya di Indonesia akan terus berjaya dengan natural.

Mari bersemangat menjalani hidup yang telah dikaruniakan. "URIP KUDU URUP"

0 Response to "URIP KUDU URUP"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel