TAK SEMUA MANIS MELEZATKAN


Manis sekali cara Tuhan menentramkan hati ini, adem dan ayem rasanya. Alhamdulillah beberapa hari ini ngerasa lebih baik saja dari biasanya. Indikatornya ketenangan jiwa. Lebih fresh ngadepin masalah, dan keep husnudzon dengan apapun ketetapan-Nya.

Manis sekali cara Tuhan menjaga raga jiwa ini. Kekhawatiran yang dulu ada sekarang pelan-pelan berangsur meniada. Enteng rasanya. Hubungan dengan siapapun berlangsung baik.

Betul memang, manisnya Islam dirasa ketika kita kaffah di dalamnya. Minimal mengamalkan ilmu yang sudah kita tau, sedikit amalkan, sedikit amalkan. Islam nggak sesempit yang ada dipikiranku dulu.

Dulu sensitif benar, dan gampang sekali baper, tapi semakin kesini semakin bertambah buku yang saya pelajari, taujih Islam yang saya simak, dan asupan gizi ruhani lainnya.

Benar memang janji Allah, kalau kita beriman dan bertakwa maka Allah akan memenuhi semua kebutuhan kita. Tak pandang siapa kita. Kebutuhan tak diarti sempit dengan kebutuhan sehari-hari, tapi asupan jiwalah yang lebih berharga.

Aku si berharap ini berlangsung lama. Ya aku tau iman itu fluktuatif, naik turun. Dan saat ini keimanan sedang ada dipuncak sesuai kadarku. Cara menjaganya dengan selalu dekat dengan Nya. Cara mendekatnya dengan cara giat mempelajari agamaNya. Dan cara mempelajarinya ada banyak caranya. Mau tau? Ini aku paparkan bebapa.

Bisa dengan datang langsung keustadz yang kita anggap mumpuni, jalin komunikasi intens sama temen-temen yang bisa mengingatkan akan Akhirat, sesering mungkin dengerin dan baca murotal, sesering mungkin datang ke majlis ilmu atau bisa diganti dengan sesering mungkin dengerin ceramah tentang agama. Jangan berikan kesempatan setan tersenyum bangga melihat maksiat yang kita lakukan.

Godaan pasti ada. Selama hayat masih dikandung badan pasti. Tapi, kita manusia lebih tinggi derajatnya dan pasti bisa menundukkannya.

Nikmat sekali rasanya, ini hanya kenikmatan didunia dari salah satu aspek saja. Bagaimana jika kenikmatan diberi pada banyak aspek di dalamnya? Ini hanya di dunia yang sifatnya sementara. Bagaimana rasa kenikmatan syurga Ya Rabb ?

Tolong ya... Ingatkan aku dengan cara-cara terbaik. Aku manusia lemah, dhoif, dan sering mendzolimi diri sendiri. Ingatkan aku untuk selalu merengkuh pahala dariNya, sampai kelak kita kumpul bareng disyurga.

0 Response to "TAK SEMUA MANIS MELEZATKAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel