Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

51 KALIMAT INSPIRATIF YANG AKAN MEMBUAT HIDUPMU PRODUKTIF

Berikut adalah 51 kalimat inspiratif yang termaktub dalam buku GENERASI PRODUKTIF Karya Mas Ahmad Rifa'i Rif'an.

#1 Kita mungkin pernah merasa waktu berjalan begitu cepat, tetapi tidak ada nilai tambah di dalam diri kita, pertambahan ilmu, pertambahan kualitas dan kuantitas ibadah, kontribusi bagi sesama, pertambahan kondisi finansial, dan lain-lain. Yang ada hanya tambah tua, kita tak tambah dewasa, singkatnya kita tetap seperti yang dulu.

#2 Harta dan kekayaan dunia yang kita peroleh hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri. Untuk fasilitas yang memudahkan kita beribadah kepada Allah, menghemat waktu, dan meningkatan kualitas diri, hendaknya kita tidak terlalu enggan untuk mengeluarkannya. Tidak perlu pelit kepada diri sendiri, juga jangan merasa enggan mengeluarkan uang untuk alat-alat yang bisa menghemat waktu kita.

#3 Banyak yang begitu peduli dengan ranjang yang mahal serta kasur yang mewah. Menghias tempat dengan beragam hiasan yang indah. Dipikir-pikir, Bukankah tidur itu aktivitas alamiah? kita tahu bahwa orang yang hendak tidur itu adalah orang yang sedang mengantuk, saat mengantuk rasanya tidak penting lagi apakah di depannya itu ada kasur mewah atau tikar, yang penting ada tempat baginya untuk berbaring dan memejamkan mata.

#4 Jika kita bekerja dalam waktu 1 jam, maka lebih baik kita bekerja 50 menit dan menyisihkan 10 menit untuk beristirahat, daripada bekerja 60 menit tanpa istirahat. Itupun kita harus membaginya menjadi dua yaitu setiap 25 menit kita beristirahat 1 kal. Hasilnya ternyata lebih maksimal dibandingkan mengisinya full tanpa istirahat sedikitpun.

#5 Sesibuk apapun, jangan sampai membuat kita abai pada orang-orang yang kita cinta. Rutinitas harian jangan sampai bikin kita lupa bercengkrama dengan mereka. Bukankah kerja keras dan perjuangan kita dalam menggapai cita, salah satunya untuk membahagiakan mereka.

#6 Jika memang tidak mampu mengerjakan seluruh pekerjaan sendiri, maka jangan segan untuk mencari orang lain yang kita rasa mumpuni untuk mengerjakan tugas tersebut. Sementara kita mengerjakan pekerjaan yang lebih penting. Kita memang dikaruniai kelebihan dan kekurangan tidak perlu kita kuasai semua hal, waktu kita tidak akan cukup. Maka konsep saling menolong mutlak kita butuhkan. Ada barter antara tenaga dan dana. Tukar-menukar antara keterampilan dan uang.

#7 Hindari menimbun barang-barang yang tidak penting. Kadang kita secara tidak sadar memenuhi laci meja, rak, dan lemari dengan begitu banyak barang, padahal barang itu pada akhirnya tidak pernah kita gunakan. Artinya kita hanya enggan membuangnya, meskipun kita tahu bahwa kita tidak benar-benar membutuhkannya, itulah yang pada akhirnya membuat rumah kita penuh sesak dan terasa seperti gudang.

#8 Deadline justru menjadi hal baik bagi pekerjaan serta memberi manfaat luarbiasa bagi perkembangan diri kita. Dengan adanya deadline, kita bisa mengukur pencapaian kita setiap satuan waktu. Kita bisa menghitung pekerjaan kita setiap hari, minggu, dan bulan, sampai mendekati deadline yang kita tentukan. Tidak adanya deadline kadang membuat segala sesuatu menjadi berantakan dan tidak tersusun rapi.

#9 Ada nasihat menarik dari Dale Carnegie yang mengungkapkan bahwa, hidup kita Tak ubahnya seperti jam pasir. Di bagian atas jam pasir terdapat ribuan butir pasir, satu-persatu butir-butir pasir tersebut bergerak dengan pelan-pelan dan teratur melewati leher yang sempit di tengah. Kita tidak bisa memaksa memasukkan pasir lebih dari 1 butir melewati leher sempit tersebut.

#10 Sekeras apapun usaha kita untuk membuat tubuh segar dan bugar, tidak akan maksimal jika kita mengabaikan jam istirahat kita. Di waktu istirahatlah semua organ-organ dalam tubuh kita bisa melakukan perbaikan. Istirahat bisa membantu tubuh kita melakukan regenarasi sel.

#11 Jangan meremehkan untuk segera menuliskan agenda apapun. Tuliskan agenda yang akan kita lakukan. Ini penting, karena daya ingat kita sangat terbatas, padahal setiap saat banyak hal yang masuk ke kepala kita. Mungkin awalnya kita merasa "Ah nggak mungkin lupa lah masa aktivitas seperti itu bisa aku lupain" tetapi ketika melewati waktunya terheran-heran "Aduh kok bisa lupa sih". Jangan terlalu mengandalkan ingatan kita. Bukankah sudah menjadi tabiat manusia yang disertai sifat salah dan lupa? Mari mengantisipasi dan mempersempit ruang kelalaian dan kelupaan dengan menuliskannya.

#12 Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjalani aktivitas yang tidak ingin kita kerjakan. Kalau kita memaksakan diri menjalaninya, belum tentu kita berhasil di bidang tersebut. Andaikan berhasil menyelesaikan pekerjaan itu, belum tentu hasilnya memuaskan karena kita menjalaninya tidak sepenuh hati.

#13 Ada banyak kemungkinan terjadinya berbagai peristiwa yang akan membuat kita terlambat mengerjakan aktivitas tertentu. Kita tidak bisa menebak apa yang terjadi di masa depan, kita tidak bisa mengetahui secara spesifik Apa yang akan terjadi di kemudian hari. Hal yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasinya.

#14 Dunia kita berlangsung sedemikian cepat. Kita memang dituntut mengerjakan banyak hal dalam waktu yang terbatas dan bersamaan. Sayangnya otak kita didesain untuk mengerjakan pekerjaan secara fokus. Otak kita hanya bisa mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang relatif singkat.

#15 Jangan sepelekan waktu yang menunggu ini. Karena waktu kita terus berjalan. Sementara kalau kita Mengisi waktu menunggu ini hanya untuk melamun tidak jelas atau memandangi suasana sekitar, atau memperhatikan orang-orang yang hilir mudik, tentu waktu kita kurang produktif.

#16 Umur kita terbatas, pandai-pandailah mencari aktivitas yang menghasilkan beberapa hal sekaligus. Ini berlaku untuk aktivitas yang lain. Kalau bisa melakukan beberapa aktivitas dalam satu waktu. Maka usahakan mengerjakannya dalam satu waktu. Dengan usaha tersebut akan sangat menghemat waktu kita.

#17 Mulailah mengerjakan yang kita bisa. Mulai dari hal yang paling sederhana, dari sana biasanya akan menggelinding bak bola salju. Dari yang sederhana kita pun akan terus semangat untuk terus mengerjakannya, sehingga yang awalnya terasa berat dan rumit tiba-tiba terselesaikan dengan baik.

#18 Jangan sampai karena terlalu memperhatikan penampilan, lantas menghabiskan banyak waktu kita. Dalam beberapa hal, 'terlalu' kadang menjadi hal yang tak baik. Tampillah yang rapi dan sederhana Jangan buang terlalu banyak umurmu di depan cermin.

#19 Terburu-buru itu tidak baik. kelihatannya kita bisa mengerjakan aktivitas dan lebih cepat. Tetapi Apa yang terjadi? Kita justru melakukan banyak sekali kesalahan dan keteledoran yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

#20 Jangan enggan untuk bekerja sama dengan orang lain. Jadi individualis itu tak lama suksesnya. Orang individualis yang bisa sukses Biasanya karena memiliki potensi diri di atas rata-rata. Tetapi orang cerdas yang individualis biasanya lebih susah berhasil, dibanding orang biasa tetapi mudah bekerja sama dengan orang lain.

#21 Jangan ada sedetikpun yang terlewatkan, tanpa ada pertambahan ilmu, pertambahan pahala, dan pertambahan keterampilan. Harus lebih baik dari waktu ke waktu. Ketika banyak orang sudah puas mengerjakan yang mereka bisa, pemuda yang hebat selalu tanya pada dirinya "Aku harus bisa apa lagi ya?".

#22 Untuk menjadi pribadi yang berprestasi, nikmati aktivitas kita. Carilah kebahagiaan di sana. Ketika kita sudah bisa menikmati aktivitas tersebut, maka kitapun akan bekerja dan belajar dengan tenang, santai, dan bahagia. Pekerjaan yang dilakukan dengan gembira itulah yang akan menghadirkan hasil yang memuaskan.

#23 Gagal itu wajar. Maka tidak perlu kita mendramatisasi kegagalan, yang perlu kita lakukan adalah menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran di waktu mendatang. Kegagalan yang sudah dilewati hendaknya membuat diri kita makin matang. Karena dari sana kita akhirnya mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan sehingga kita mendapati kegagalan tersebut.

#24 Waktu ibarat sebuah wadah kosong yang harus segera terisi. Kalau tidak segera diisi dengan hal hebat, maka wadah Itu akan terisi dengan hal-hal yang remeh. Ini momentmu untuk meraih prestasi sehebat mungkin. Kalau waktumu ludes dengan persoalan remeh semacam itu, maka bersiaplah Tertinggal jauh dengan anak-anak muda lain yang benar-benar mendayagunakan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk hal-hal yang besar.

#25 Salah satu rumus produktivitas adalah jika ada dua aktivitas yang harus diselesaikan dalam satu waktu sementara waktu anda terbatas, maka segera delegasikan pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh orang lain, dan gunakan waktu anda untuk hal yang lebih mahal dan lebih bernilai. Jadikan itu sebagai prioritas.

#26 Ada peristiwa dalam alur kehidupan kita yang alih-alih bikin terpuruk dalam penyesalan justru menjadi pelecut bagi kita untuk segera berubah. Kegagalan, kesalahan, sanksi, kekecewaan, dan penderitaan bisa menjadi cambuk bagi kita untuk berbenah.

#27 Orang hebat jumlahnya selalu sedikit. Tapi mereka yang paling dikenang dan berpengaruh di masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya Numpang lewat dalam sejarah. Mereka ada, orang-orang mengenalnya, dan orang-orang merasakan manfaat dari kehadirannya.

#28 Muslim yang Baik adalah yang mampu menghindari hal-hal yang tidak berguna dalam hidupnya. Yang tidak berguna saja dihindari, apalagi yang merugikan. Yang makruh saja dihindari, apalagi yang haram. Mengapa disuruh menghindari yang tidak berguna? karena saat kita melakukan aktivitas yang tidak berguna, kita sedang menghabiskan waktu yang dikaruniakan oleh Allah dengan sia-sia.

#29 Terkadang kita butuh apresiasi untuk mempertahankan atau membangkitkan semangat dalam diri kita. Kita menghargai usaha kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Jika sebulan kita mampu berdisiplin dalam menggunakan waktu, beri kesempatan diri untuk berwisata. Kita memberi kesempatan diri untuk boleh beli buku baru, jika dalam seminggu bisa memanfaatkan waktu dengan aktivitas produktif.

#30 Coba sekarang tuliskan seluruh daftar aktivitas kita sehari-hari. Tuliskan secara lengkap mungkin. Jangan ada aktivitas yang lalai untuk tertuliskan. Dari sana saja bisa dibaca dengan mudah waktu kita lebih banyak habiskan untuk apa. setelah tahu waktu kita banyak Kita habiskan untuk aktivitas apa barulah kita menyusun langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

#31 Untuk bisa menikmati hidup yang produktif, kita harus memiliki tekad untuk mengalihkan berbagai aktivitas yang kadar manfaatnya rendah ke aktivitas yang kadar manfaatnya tinggi. Mulai sekarang batasi aktivitas yang kadar manfaatnya rendah, bertekadlah untuk mendeteksi waktu untuk bermain-main di dunia maya, lalu alihkan.

#32 Allah memberi petunjuk tentang mana yang dibutuhkan dan mana yang berbahaya bagi tubuh manusia melalui FirmanNya dan RasulNya. Percayalah, bahwa tidak ada satupun ibadah yang diperintahkan oleh Allah yang tidak bermanfaat bagi hidup kita. Yakinlah bahwa tidak ada satupun yang dilarang oleh Allah yang itu bermanfaat bagi hidup kita.

#33 Waktu kita terbatas. Kita punya banyak sekali tugas dan tanggung jawab yang harus segera diselesaikan. Kalau kita menjalani hari dengan lambat, maka kita akan Tertinggal. Biasanya orang-orang yang cara berjalannya cepat dan Gesit dalam bahasa Jawanya 'ora klewas klewes', merekalah orang-orang yang lebih cepat meraih impiannya. Karena dengan menjadi orang yang Gesit semangat hidup justru akan bertumbuh dan meningkat.

#34 Bijaklah dalam menggunakan fasilitas yang selama ini banyak melenakan kita untuk membuang waktu sia-sia. Hendak menonton televisi, Cari informasi acara pada jam tertentu yang kita nilai bersifat informatif, inspiratif, dan punya dampak positif terhadap diri kita.

#35 Perfectionis adalah seseorang yang mengejar kesempurnaan. Karakter ini melekat dalam hidupnya, sehingga dimanapun dia berada dia cenderung membawa sifat ini. Kadang sifat ini melahirkan kecenderungan negatif ketika dihubungkan dengan kepuasan hatihati.

#36 Dengan pengaturan waktu yang baik, kita akan bisa menyelesaikan lebih banyak hal dibandingkan ketika waktu kita tak tertata dengan rapi. Kita punya kesempatan untuk menuntaskan lebih banyak tugas atau menghasilkan lebih banyak karya. Pada akhirnya kita lebih cepat menggapai kesuksesan dibandingkan orang-orang yang tak bijak dalam menggunakan waktu.

#37 Penting bagi kita untuk menyeimbangkan antara kebutuhan diri dan refreshing. Pandai-pandai mencari titik keseimbangan antara kegiatan yang sifatnya hanya seru-seruan seperti Nongkrong dan travelling dengan kegiatan yang sifatnya bermanfaat, seperti ikut kursus dan seminar. Waktu tidak bisa diputar mundur. Masa muda tidak bisa kita ulangi lagi. Usia tidak kenal siaran ulang.

#38 Hanya orang yang totalitas dalam pekerjaannya yang akhirnya hadir sebagai orang besar sehingga namanya dikenang sejarah. Tidak akan berbuah apa-apa sesuatu yang dikerjakan dengan setengah-setengah. Apapun profesi dan bidang yang kita tekuni, totalitaslah yang akan berperan membuat kita berhasil di bidang tersebut.

#39 Kebiasaan membuat jadwal harian membuat waktu kita lebih teratur. Dengan adanya jadwal, kita akhirnya tahu kapan melakukan sesuatu pekerjaan, dan kapan batasnya. Batas waktu tersebut yang membuat kita terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan sebelum waktu yang dijadwalkan habis. Sebab kita tahu bahwa setelahnya masih ada pekerjaan atau aktivitas lain yang harus kita jalani.

#40 Pasang alarm sebagai alat bantu yang mengingatkan kepada kita bahwa kita memiliki batas. Dengan adanya alarm, waktu kita lebih terjaga. seolah ada manajer yang tidak pernah lalai mengingatkan aktivitas pribadi kita. Alarm itu harus kita patuhi dan ikuti dengan disiplin jangan memiliki kebiasaan menundanya.

#41 Kadang harus keras kepada diri jika memang diperlukan. Menuruti keinginan untuk menunda pekerjaan maka selamanya kita akan sulit mengerjakan aktivitas dengan maksimal. Kita sering berpikir bahwa ketika tugas yang seharusnya bisa dikerjakan saat ini, kemudian dikerjakan esok hari, seolah tugas itu akan selesai dengan lebih baik. Padahal seringkali yang terjadi tidaklah demikian, yang terjadi justru tugas itu akhirnya kita kerjakan dengan asal.

#42 Dengan adanya target, kita bisa tahu mana mimpi-mimpi yang sudah terlunasi, dan mana mimpi-mimpi yang hendak kita kerjar. Setelah mimpi sebelumnya sudah selesai, dengan menyadari bahwa ada mimpi yang sudah tergapai, ada rasa percaya diri yang hadir dalam jiwa kita, ada perasaan puas dan syukur yang tumbuh di hati kita. Rasa syukur itu yang memacu kita untuk lebih bergairah melanjutkan perjalanan dalam hidup.

#43 Kehadiran sahabat bukan hanya untuk teman bercengkrama, tapi yang lebih penting adalah sebagai orang yang tak pernah bosan menasehati saat semangat sedang menurun. Itulah alasan mengapa kita harus pilih-pilih sahabat. Silahkan berkenalan dan berteman dengan siapapun, tapi pastikan kita selektif dalam memilih sahabat. Karena pengaruh sahabat sungguh luar biasa.

#44 Hanya sedikit orang yang bisa tetap bertahan memadatkan waktunya untuk hal-hal baik. Hanya sedikit saja orang orang-orang yang terpilih dan terseleksi. merekalah orang-orang yang memiliki tekad yang kuat untuk tak mudah tergoda oleh beragam rayuan di sekitarnya. Tanpa tekad yang kuat untuk Istiqomah memanfaatkan waktu, kita tidak akan bisa bertahan, apalagi jika kita hidup di lingkungan yang sama sekali tidak mendukung. Oleh karenanya, tumbuhkan tekad dalam diri untuk selalu produktif.

#45 Yang mengerjakan sesuatu dengan optimis seringkali menghabiskan waktu lebih singkat daripada mengerjakan sesuatu dengan pesimis. Itu karena Orang yang optimis memiliki semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya sampai tuntas. Dalam jiwanya sudah tertanam bayangan keberhasilan dari hasil upayanya itu.

#46 Urgensi dari dilaksanakannya evaluasi setelah kegiatan Sebenarnya bukan dalam rangka menghakimi kegiatan yang telah usai. Mengevaluasi itu dimaksudkan dalam rangka mencari kekurangan untuk dijadikan sebagai bahan perbaikan di kegiatan yang akan datang. Sebelum tidur, biasakan untuk merenungkan aktivitas kita sehari ini. Sampai kita beranjak Tidur. Renungkan, Apakah aktivitas seharian ini sudah sesuai dengan rencana?.

#47 Kekhawatiran dan ketegangan itu memakan banyak energi. Jangan menghabiskan waktu untuk memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Apalagi khawatir dengan sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Antisipasi itu perlu, tetapi khawatir, jangan. Saat kita khawatir dan tegang, banyak hal penting yang akhirnya teralihkan atau Terlupakan.

#48 Bayangkan kalau kita melakukan suatu tindakan yang kita tidak paham bahwa tindakan itu ternyata melanggar undang-undang. Kita berurusan dengan aparat hukum. waktu kita bakal diboroskan untuk menghadapi jadwal persidangan, belum Kalau mengalami penahanan saat persidangan, atau bahkan dijebloskan ke penjara. Akhirnya banyak aktifitas produktif lain yang harusnya bisa kita kerjakan, menjadi korban dari ketidak pahaman kita tentang hukum.

#49 Jangan sampai waktu kita menjadi tidak produktif, karena penyakit yang berulangkali menjangkiti diri, karena ketidak pedulian kita pada kesehatan diri. Jangan dzolimi raga dan jiwa yang sudah dikaruniakan oleh Allah kepada kita. Mari kita jaga baik-baik, Semoga dengan itu Allah akan mengaruniakan nikmat yang lebih baik kepada diri kita karena kita mensyukuri nikmat nikmatnya. 

#50 Reward dan punishment bisa kita jadikan sebagai sarana untuk membuat jadi disiplin dalam menggunakan waktu. Sudah bisa mendisiplinkan diri sesuai rencana dan jadwal yang sudah disusun, tidak ada salahnya memberi hadiah bagi diri sendiri. 

#51 Mengatakan tidak sebagai bentuk penolakan memang tidak mudah. Bisa jadi itulah yang terbaik untuk menghindari janji yang tidak bisa ditepati atau menghindari berantakannya rencana-rencana kita. Jangan sampai mengorbankan diri sendiri karena terlalu mudah mengatakan iya. Berlatihlah mengatakan, tidak. Ukur kemampuan diri. ukur kapasitas waktu yang kita miliki. Jangan enggan menolak dengan permintaan maaf, "maaf ya, kayaknya kali ini saya belum bisa menolong kamu."

Sumber: Buku Generasi Produktif - Cara mengatur waktu agar hidup makin produktif, Karya Ahmad Rifa'i Rif'an. Penerbit: PT ElekmediaKomputindo.

Post a Comment for "51 KALIMAT INSPIRATIF YANG AKAN MEMBUAT HIDUPMU PRODUKTIF"