HIJABKU...


(Sebuah karya Oleh: @Anang_mahdy)

Perkenalkan namaku Fauziah, aku baru saja lulus dari bangku sekolah lanjutan tingkat atas yang berada tak jauh dari tempat tinggalku. Aku anak sulung dari 3 bersaudara. Adik adikku masih bersekolah di tingkat dasar. Ayah yang sudah tiada membuat ibu harus membanting tulang membiayai kami anak-anaknya. Sampai suatu ketika aku berusaha mencari pekerjaan untuk membantu ibu dan adik-adikku.

Surat lamaran pekerjaan pertamaku diterima disebuah perusahaan, aku diminta untuk interview ke perusahaan tersebut. Nilai ijazahku yang bagus menjadi pertimbangan perusahaan terkemuka di kota ku itu. Sampai ada permintaan dari Manager perusahaan tersebut yang tak bisa aku penuhi. Aku diminta mengenakan celana dan melepas jilbab, jilbab yang sudah memanjang yang sudah aku tekadkan akan selalu aku kenakan. Tak mungkin aku lakukan meskipun gaji yang lumayan. Terpaksa aku menolak tawaran itu. Aku yakin inilah yang terbaik.

Tak putus asa, aku menyebar surat lamaranku ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan karyawan. Aku lihat di koran dan dari kabar teman-temanku. Sampai akhirnya ada telfon dari kantor perusahaan, aku diminta datang interview. Alhamdulillah aku diterima dan tak ada kendala masalah hijab. Ku tandatangani kontrak satu tahun. Namun..Baru tiga bulan aku bekerja, perusahaan tersebut bangkrut. Takdir Allah.. Aku menganggur lagi

Aku merasa bersalah belum bisa membantu biaya adik-adikku. Ada yang menyarankan untuk membuka usaha sendiri dirumah, nanun terkendala modal. Uang hasil kerjaku tiga bulan untuk membeli seragam kedua adikku yang akan naik kelas dan lulus sekolah dasar. Dan Aku tak mau terjerat lintah darat. Atau bunga..

Beberapa minggu kemudian, sahabat lamaku Reni mengirim pesan via facebook, "izah, kamu lagi cari kerjaan ya? Ini ditempatku bekerja lagi buka lowongan, kamu kirim aja lamarannya. Nanti aku bantu deh" pesannya. "iya ren, nanti aku kirim secepatnya ya, thanks ya ren" jawabku.

Tiga hari kemudian reni memintaku untuk datang ke perusahaan tempat ia bekerja, aku datang tepat waktu bahkan dari perusahaan tersebut belum beroperasi.

Saat interview, entah mengapa hijabku seolah menjadi penghalang. Terlalu besar katanya, khawatir mengganggu kinerja. Alasan yang menurutku tidak masuk logikaku. Aku tetap pada pendirianku. Aku kembali menolak tawaran itu. Karena aku yakin, ketaatanku pada Robbku pasti akan ada keberkahan. Bukan dunia yang ku tuju. Dan aku menganggur lagi..

Musim panen tiba, aku yang menganggur diajak oleh mbok yem untuk ikut membantu mengambil padi yang sudah siap panen. Dengan upah yang alakadarnya. Tak masalah bagiku. Asal bisa sedikit membeli sayur untuk dirumah.

Terik panas mentari siang itu menandakan para petani untuk beristirahat. Tiba-tiba handphoneku berdering ada nomor baru menelfonku. Ternyata mbk Atika pembina Rohisku dulu. Ia mengetahui aku membutuhkan pekerjaan. Ia menawarkanku untuk menjadi guru pendamping di sekolah milik ayahnya. Aku bisa tinggal di asrama dan aku dapat sambil berkuliah. Aku sambut bahagia tawaran tersebut sambil sujud syukur diatas rerumputan sawah siang itu.

Sungguh janji-Nya yang selama ini aku percayai kini menjadi nyata. Alhamdulillah....

0 Response to "HIJABKU..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel