INTISARI SOSIALISASI 4 PILAR SAAT NGOBROL BARENG NETIZEN LAMPUNG


Sosialisasi empat pilar merupakan tugas dari MPR dalam upaya memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun empat pilar sudah ada sejak zaman Indonesia merdeka dulu,  sosialisasi harus tetap  di lakukan oleh pemerintah karena masih ada rakyat di negeri ini yang tidak memehami akan arti penting empat pilar itu sendiri. Kegiatan sosialisasi tidak hanya sekedar memberikan wawsan tentang empat pilar, tapi juga bisa dijadikan ajang silturahim dari MPR kepada seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah jitu yang dilakukan MPR untuk mensosialisasikan empat pilar ini adalah dengan mengundang seluruh netizen untuk diajak bersama menggali apa itu MPR. Setelah mendengarkan materi maka diharapkan turut menyuarakan empat pilar lewat internet.


Mensosialisasikan empat pilar adalah tugas kita bersama. Tugas kita yang mengetahui lebih dulu dari orang lain. Setiap orang di era millenial ini adalah netizen, berinteraksi dengan dunia internet setiap harinya baik di social media atau yang lainnya untuk member atau mencari informasi. Maka sudah seharusnya kita galakkan lewat media yang kita miliki untuk mengajak segenap rakyat Indonesia khususnya pemuda agar mencintai Indonesia seutuhnya dan menjaga kesatuannya dengan menerapkan empat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat pilar yang dimaksud adalah pancasila sebagai dasar dan ideology Negara, UUD NRI tahun 1995 sebagai konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk Negara, bhineka tunggal ika sebagai semboyan Negara. Adapun intisari penyampaian sosialisasi materi yang dilakukan di Lampung oleh sekjen MPR dan ketua MPR RI adalah sebagai berikut:

Persatuan dan keutuhan bangsa harus kita jaga bersama. Hal ini akan terwujud manakala seluruh bangsa Indonesia atau minimal lebih banyak yang sadar akan empat pilar sendiri. Hal yang sangat mendasar adalah ideologinya, jika ideologinya sudah sesuai dengan pancasila maka pilar-pilar berikutnya juga akan menyusul tumbuh pada diri dengan baik. Berikut adalah lima hal yang harus di perhatikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (lima sila): 
  1. Setiap orang/masing-masing dari kita menyuarakan bahwa kita bangsa yang bangga dengan karakter religious, bangsa yang bertuhan, beragama, bertoleransi didalam agama maupun antar agama. Hal ini merupakan indikator keberhasilan implementasi memperkukuh bangsa yang religious.
  2. Bangsa yang memanusiakan manusia lain (humanisme)  , harus diartikan terkini dan kedepan. Bangsa yang berkarakter humanism. Lewat propesinya masing-masing.
  3. Suarakan persatuan, Suarakan rasa nasionalisme, Rasa nasionalisme hari ini tentu berbeda dengan  dulu the founding fathers menentukan sila ketiga. Dengan banyak cara yang bisa kita lakukan. Mencintai produknya sendiri dan lain lain sebagainya.
  4. Tidak boleh mengambil keputusan dengan cara yang menimbulkan konflik social. Musyawarah adalah dengan cara yang baik yang menghasilkan mufakat. Sekecil apapun harus diperhatikan dan dimusyawarahkan. Tinggikan nilai itu dengan cara-cara yang baik.  
  5. Keadilan social, merupakan tugas pemerintah dan tugas kita apabila kita memegang urusan social apapun itu. Dampaknya tentu kesejahteraan tidak akan merata jika keadilan social belum merata.
Dari kelima itu, maka akan turun ke konstitusi. Bangun kesadaran konstitusi agar taat kepada konstitusi yang ada di negera. Setiap warga juga dijamin oleh konstiusi. Suarakan bersatu dalam  keberagam, berbeda yang dapat memepersatukan. Bukan sesuatu yang ekslusif yang harus dipertentangkan, dan jika  itu semua sudah dapat ditanamkan dengan maksimal maka pada akhirnya NKRI juga akan terbentuk dalam kehidupan berabangsa. 

Ada banyak sekali cara untuk mengamalkan empat pilar, pada intinya harus terus bersatu dan mendatangkan kesejahteraan. Karena generasi terus berganti, Kognitif (pengetahuan), afektif (kesadaran), dan psikomotorik (prilaku) yang harus terbanghun bagi generasi bangsa. Tanggung jawab kita adalah harus meningkatkan ketahanan ideologi. jikalau ideologi kuat maka itu modal untuk memasuki dunia global yang penuh tantangan. Menuntut kita untuk memiliki daya saing. Kalau kompetitifnya tinggi mau bagaimanapun , maka jati diri akan kuat. Memiliki daya tahan dan daya saing. kalau kita ingat lirik lagu bangun pemuda pemudi maka semua itu ada ditangan pemuda. Termasuk nilai-nilai penting yang harus tetap dijaga, juga tugas pemuda untuk menyuarakan itu.

Media social sangat berpengaruh bagi perkembangan jaman, sehingga menyebabkan dunia terkesan flat. Membuat kita semua tidak bisa lagi untuk tidak berlaku adil. Masyarakat akan protes dengan perkembangan di daerahnya. Misalnya ada pernyataan NKRI haruslah senasip sepenanggunagan tapi kenapa ada perbedaan sarana prasarana dan pelayanan public anatara daerah satu dengan daerah yang lainnya.  Ini semua bisa dilihat karena terlihat dari berita-berita yang tersebar luas di internet. Dunia internet bisa membuat suatu daerah bagus atau tidak. Nitizen terkhusus yang berperan sebagai penyaji informasi berita harus bisa membentuk opini public kearah hal-hal positif. Karena tidak dapat dipungkiri, di era global ini netizen lah kelompok penekan yang paling kuat. Rekayasa social bisa mereka lakukan dengan mudah. Ada lima permasalahan yang harus diatasi bersama akibat perkembangan teknologi saat ini:
  1. Kemiskinan, sudah menjadi biasa ketika kita mendengar pernyataan Indonesia itu kaya raya tapi rakyatnya miskin. Bahkan ada yang lebih menyedihkan lagi yakni kemiskinan yang ekstrim, miskin akan kepedulian social, dan nilai-nilai baik lainnya. 
  2. Kesenjangan, baik kesenjagan individu, kelompok, atau keduanya.
  3. Korupsi, salah satu sebab dari korupsi adalah dikarenakan ada pergeseran nilai-nilai. Negara yang mempunyai nilai-nilai akan terbebas dari tindak kejahatan apapun bentuknya. Values (harga diri sendiri) sangat penting untuk dimiliki. Kalau nilai-nilai sudah terbentuk maka tidak ada yang korupsi. Nilai-nilai yang dimaksud adalahnilai-nilai luhur pancasila. Selama-lamanya tidak akan pernah bersih korupsi di negeri ini sebelum nilai-nilai itu terbentuk. Setiap hari ada penangkapan korupsi, yang di tangkap pelakunya, maka kedepan akan ada lagi yang melakukan penyelewangan. Singkat katanya begini, permasalahan sampah misalnya kita lihat dinegara tetangga, disana tidak ada kotak sampah di sepanjang jalan karena saat mereka melakukan aktivitas yang bisa menimbulkan sampah, sampah itu dikantongi kemudian baru dibuang di tempat tertentu. Lain halnya dengan di Negara kita, jangankan begitu, kotak sampah masih terlihat saja kadang masih enggan pada temptnya. Bukan sampah yang harus dibersihkan, tapi jiwaijiwa yang berpotensi menimbulkan sampah yang harus diperbaiki. Negara yang mempunyai nilai, itu sudah dianggap sebagai permasalah diri kita sendiri.  Negara yang dimaksud adalah Singapura, Jepang, Korea. 
  4. Saling menghujat, saling melapor. Distrust. Saling mengahakimi satu sama lain. 
  5. Nasionalisme. Pada abad ke-20 di Indonesia baru ada nasionalisme. Zaman dulu perberjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, zaman bungkarno. Generasi zaman  now lain. Ada beberapa hal yang diperhatika oleh generasi zaman now agar tetap eksis dalam kebaikan. Pertama, mengerti akan daerah sendiri, harus paham budaya Lampung, mengerti adat istiadat Lampung, cintailah Lampung dengan sungguh-sungguh, juga cari tahu bagaimana sejarahnya. Kedua, Bahwa Indonesia merdeka bukan diberi tapi Indonesia merdeka didapat dari mata air perjuangan, darah, dan lain-lain (mengerti perjungan bangsanya, bagaimana pahlawan kita dulu berjuang).  Ketiga, harus punya ilmu, dengan ilmu kita bisa memprediksi kedepan yang akan terjadi bagaimana. Cerdas, cermat, dan cekatan, punya jaringan  yang luas dan bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif. Kalau ketiga sudah dimiliki barulah akan melahirkan kreativitas, dengan ini akan melahirkan inovasi, baru produktifitas tinggi, kemudian baru punya daya saing. Dengan itu kita bisa berdiri tegak. Kalau tidak , maka bisa jadi kita akan menjadi kuli di negeri sendiri.
Persamalahan-permasalahan seperti yang disampaikan di atas haruslah segera di atasi, tentu hari ini pemerintah tidak tinggal diam, terus melakukan upaya agar permasalahan di negeri ini bisa teratasi atau minimal terminimalisir. Apakah hanya tugas pemerintah ? lagi-lagi tidak, kita juga harus ikut andil dalam menyelesaikan maslah tersebut dengan apapun yang kita bisa, dimanapun kita berada dilingkungan kerja, sekolah, dan lain-lain.

Terkhusus kepada para netizen atau  pelaku internet khususnya penyaji informasi (status fb/postingan ig juga termasuk informasi) harus memberi wawasan berbangsaan dan bernegara. Mengemas informasi semenarik mungkin, agar public dapat mengkonsumsi informasi-informasi dengan antusian.

Terus berkarya samapi banyak orang yang bangga nana jaya dan berkata #inibaruIndonesia.

Sumber: dok. Pribadi, dalam acara sosialisasi 4 pilar MPR RI ngobrol bareng netizen Lampung pada 19 November 2017 pukul 18.00 di Swiss-belhotel kota Bandar Lampung.

4 Responses to "INTISARI SOSIALISASI 4 PILAR SAAT NGOBROL BARENG NETIZEN LAMPUNG"

  1. Semoga bangsa ini makin kokoh dengan implementasi nilai-nilai 4 Pilar di tengah kehidupan bermasyarakat. Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terimakasih bang sudah mampir di blog saya :)

      Delete
    2. salam kenal kembali, nice to meet you :)

      Delete
  2. Keren tulisannya,
    Salam kenal
    Sila mampir jg di blog saya 😁😁

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel